Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Heince, SE., SH menjelaskan prosedur kunjungan kepada Unhas TV.
"Ketika ada kunjungan keluarga, warga binaannya dipanggil namanya untuk keluar dari pintu 6 blok area, lalu memakai seragam rompi yang telah disediakan oleh petugas Lapas, setelah itu langsung bisa menemui keluarganya," jelasnya.
Heince juga menjelaskan bahwa prosedur kunjungan yang diterapkan cukup ketat, demi keamanan dan ketertiban.
"Prosedur kunjungan dimulai dengan pengambilan nomor antrian, registrasi, penggeledahan barang bawaan, pemberian stempel dan kartu identitas pengunjung,
"Lalu pengecekan stempel dan kartu identitas, pengecekan badan, lalu menuju tempat yang telah disediakan untuk bertemu dengan warga binaan," tambahnya.
Salah seorang warga binaan Lapas IIB Takalar berinisial MSS (64) mengungkapkan kerinduannya kepada keluarga.
"Saya sudah menjelang 8 bulan di sini. Saya kangen dengan anak dan istri, pengen sekali bertemu seperti biasa," ujar MSS.
"Insya Allah Lebaran ini dengan aturan yang ada, kita bisa dipertemukan dengan keluarga masing-masing warga binaan yang ada di sini," tuturnya.
Momen Idul Fitri di Lapas Kelas IIB Takalar ini menjadi bukti bahwa kebersamaan keluarga adalah hal yang sangat berharga, bahkan di balik jeruji besi. (*)
(Amina Rahma Ahmad / Unhas.TV)