MAKASSAR, UNHAS.TV - Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar menyiapkan 1.180 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik Lebaran 2026. Personel ini berasal dari unsur kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, hingga pemadam kebakaran.
Mereka akan disebar di sejumlah titik strategis di Kota Makassar untuk menjaga kelancaran lalu lintas, mengantisipasi gangguan keamanan, serta memberi pelayanan kepada masyarakat yang hendak pulang kampung.
Langkah itu diambil karena Makassar saban tahun menjadi salah satu simpul utama pergerakan pemudik di Sulawesi Selatan. Arus orang dan kendaraan mengalir melalui beragam jalur sekaligus: darat, laut, dan udara.
Kepadatan biasanya mulai terasa pada pekan terakhir Ramadan, lalu memuncak menjelang Hari Raya Idulfitri. Dalam situasi seperti itu, pengamanan lalu lintas tak lagi cukup hanya mengandalkan patroli biasa. Polisi memilih mempertebal personel, membuka pos, dan memperluas pemantauan.
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Besar Arya Perdana, mengatakan pola pengamanan tahun ini dirancang dengan menempatkan aparat gabungan di titik-titik yang dinilai rawan kemacetan maupun potensi kriminalitas.
Menurut dia, kepolisian tidak hanya berfokus pada pengaturan kendaraan, tetapi juga menyiapkan dukungan pelayanan bagi pemudik yang membutuhkan bantuan di perjalanan.
Polrestabes Makassar, kata Kombes Arya, mendirikan 13 pos untuk mendukung operasi mudik. Pos-pos itu terdiri atas satu pos terpadu, sejumlah pos pengamanan, dan pos pelayanan.
Pos terpadu ditempatkan di kawasan persimpangan bandara, salah satu titik yang sejak awal dipetakan sebagai simpul pertemuan arus kendaraan.
Adapun pos pengamanan disiagakan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan tindak kriminal, sementara pos pelayanan disiapkan sebagai titik informasi sekaligus tempat istirahat sementara bagi masyarakat.
“Posnya sendiri ada 13, ada satu pos terpadu yang terletak di persimpangan bandara. Ada juga pos pengamanan dan pos pelayanan,” kata Arya.
Menurut dia, perbedaan fungsi antarpos itu dibuat agar penanganan di lapangan lebih efektif. Pos pengamanan ditujukan untuk merespons potensi ancaman keamanan di wilayah yang dianggap rawan.
Sedangkan pos pelayanan lebih menitikberatkan pada kebutuhan informasi masyarakat, mulai dari situasi arus lalu lintas, kondisi jalur mudik, hingga informasi kesehatan.
Kendati demikian, Arya menegaskan pos pelayanan tetap bisa difungsikan untuk penanganan sementara apabila terjadi gangguan keamanan. Dengan pola itu, setiap pos tidak hanya berdiri sebagai titik penjagaan, melainkan juga sebagai pusat respons cepat dalam skala terbatas.
Siapkan Fasilitas untuk Pemudik
Yang menarik, polisi tak sekadar menempatkan personel dan rambu. Di sejumlah pos, Polrestabes Makassar menyiapkan fasilitas bagi pemudik yang singgah. Arya menyebut ada ruang tunggu yang dilengkapi sofa, televisi, minuman dingin, dan makanan.
Fasilitas itu disiapkan untuk memberi kenyamanan kepada masyarakat, terutama mereka yang menempuh perjalanan dalam keadaan masih berpuasa atau membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak.
Menurut Arya, skenario itu penting karena waktu mudik tahun ini diperkirakan cukup dinamis. Ada kemungkinan perbedaan waktu perayaan Lebaran, sehingga keberangkatan masyarakat dapat tersebar sejak beberapa hari sebelum hari raya.
Sebagian warga mungkin sudah mulai bergerak pada 19 April, sebagian lain pada 20 April, bahkan ada yang menyesuaikan dengan perbedaan penetapan hari Lebaran.
Karena itu, polisi menilai pos tidak boleh hanya berfungsi sebagai simbol operasi, tetapi juga harus benar-benar terasa manfaatnya bagi warga.
Selain pos-pos itu, polisi memetakan sejumlah jalur yang diperkirakan menjadi titik paling padat selama musim mudik.
Arya menyebut kawasan Perlimaan Bandara sebagai salah satu titik utama yang berpotensi macet. Wilayah ini merupakan simpul lalu lintas yang mempertemukan kendaraan dari berbagai arah.
Kepadatan juga diprediksi terjadi di jalur menuju perbatasan daerah, seperti arah Maros, Gowa, dan Takalar. Semua jalan menuju perbatasan, kata dia, hampir pasti akan mengalami lonjakan volume kendaraan.
Kawasan flyover juga masuk dalam daftar titik yang harus diwaspadai, terutama pada malam takbiran. Di waktu yang sama, pusat-pusat keramaian seperti area depan mal diperkirakan turut menyumbang kepadatan lalu lintas.
Polisi menaruh perhatian pada titik-titik seperti depan Mal Panakkukang dan Trans Studio Mall, yang biasanya dipadati warga untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.
Manfaatkan Kamera CCTV
Untuk mengantisipasi kondisi itu, kepolisian tak hanya mengandalkan personel di lapangan. Polrestabes Makassar juga memanfaatkan kamera CCTV yang terhubung dengan pusat pemantauan.
Melalui sistem ini, pergerakan arus lalu lintas dan situasi keamanan di berbagai sudut kota bisa dipantau secara real time.
Teknologi tersebut dipakai untuk membaca potensi kemacetan lebih dini, mendeteksi kecelakaan, dan menekan peluang tindak kriminal yang kerap meningkat selama libur panjang.
Namun, bagi Arya, pengamanan dari polisi saja tidak cukup. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan pemudik dalam mengatur perjalanan.
Pesan utamanya sederhana, berangkatlah dengan aman, tertib, dan memperhitungkan kondisi tubuh. “Silakan melaksanakan mudik dengan aman, tertib, lancar, dan perkirakan betul waktu, perkirakan juga keletihannya supaya tidak terjadi kecelakaan di jalan,” ujarnya.
Imbauan itu menjadi inti dari tips mudik yang ia sampaikan kepada masyarakat. Pemudik diminta tidak memaksakan perjalanan saat tubuh lelah, mengukur waktu tempuh secara realistis, serta menyiapkan jeda istirahat bila diperlukan.
Dengan begitu, risiko kecelakaan dapat ditekan. Pada akhirnya, kata Arya, tujuan utama dari seluruh operasi ini bukan hanya memastikan arus kendaraan bergerak, melainkan memastikan setiap orang tiba di kampung halaman dengan selamat dan bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga dalam suasana gembira.
(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana SH SIK MSi. (dok Unhas TV)


-300x147.webp)





