MAKASSAR, UNHAS.TV - Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Adriaan Palm, menilai kemitraan yang stabil, dapat diandalkan, dan terprediksi semakin penting di tengah ketidakpastian global.
Hal itu disampaikan Adriaan Palm dalam kuliah umum yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (19/8/2026).
Adriaan mengatakan hubungan antarnegara menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam beberapa tahun terakhir.
Pandemi Covid-19, konflik bersenjata, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik telah mengubah pola hubungan internasional dan memperbesar kebutuhan terhadap diplomasi.
Menurut dia, diplomasi tidak sekadar menjadi ruang pertukaran gagasan ataupun negosiasi. Kesepakatan yang dihasilkan melalui proses diplomasi harus dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret dan diterapkan dengan tetap mempertimbangkan nilai serta kepentingan bersama.
Adriaan juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap perbedaan budaya. Negara dengan latar belakang, pandangan, dan kepentingan berbeda, menurut dia, tetap harus menemukan titik temu untuk menghadapi persoalan global.
Dalam proses tersebut, kepercayaan menjadi fondasi penting. Adriaan menjelaskan, kepercayaan memungkinkan negara-negara tetap bekerja sama, berbagi kepentingan, dan mencari penyelesaian meski memiliki perbedaan pandangan.
Prinsip itu, kata dia, juga relevan dalam membangun hubungan antara Indonesia, Belanda, dan Uni Eropa. Kemitraan yang stabil dan dapat diprediksi dinilai semakin dibutuhkan ketika situasi politik serta ekonomi global terus berubah.
Selain hubungan bilateral dan regional, Adriaan menyinggung tantangan terhadap sistem internasional berbasis aturan.
Persoalan utama, menurut dia, tidak berhenti pada penyusunan norma dan kesepakatan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat internasional untuk memastikan aturan tersebut benar-benar dijalankan.
Ia mencontohkan sengketa di Laut Cina Selatan. Keputusan hukum internasional, kata Adriaan, tidak selalu otomatis membuat seluruh pihak menerima ataupun melaksanakan ketentuan yang telah diputuskan.
Karena itu, diplomasi dinilai tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga komunikasi dan mengurangi ketegangan ketika mekanisme hukum menghadapi keterbatasan dalam pelaksanaannya.
Kuliah umum tersebut menjadi ruang bagi sivitas akademika Universitas Hasanuddin untuk memahami dinamika diplomasi kontemporer serta tantangan hubungan internasional di tengah perubahan geopolitik dunia.
(Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)
KULIAH UMUM - Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Adriaan Palm memberikan kuliah umum di Arsjad Rasjid LT, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Rabu (19/8/2026). (Dok Unhas TV)
-300x200.webp)

-300x225.webp)





