Nasional
Pendidikan

Mentan Amran Sulaiman di Unhas, Swasembada Pangan Bukan Instan, Tapi Strategi dan Nyali

SWASEMBADA - Mentan Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP saat membawakan kuliah umum tentang Strategi Swasembada Pangan di Fakultas Pertanian Unhas, Jumat (27/2/2026). (unhas tv/venny septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP, memaparkan strategi swasembada pangan dalam kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Jumat (27/2/2026).

Ia menegaskan, kemandirian pangan dicapai melalui proses panjang, kerja keras, dan keberanian mengambil kebijakan strategis.

Kuliah umum berlangsung di Aula Pertanian dan dihadiri mahasiswa program sarjana, magister, hingga doktor. Kegiatan ini diinisiasi Fakultas Pertanian sebagai bagian dari penguatan wawasan kebijakan publik di bidang pertanian.

Mentan Amran, yang juga alumnus Fakultas Pertanian Unhas, menjelaskan bahwa capaian swasembada tidak lahir secara instan. Pemerintah, kata dia, menghadapi berbagai tantangan struktural, mulai dari fluktuasi produksi, perubahan iklim, hingga dinamika pasar global.

Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 268 juta jiwa, kebutuhan pangan nasional menjadi tanggung jawab besar negara. Beras, sebagai komoditas utama masyarakat, menjadi prioritas kebijakan.

“Pemenuhan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga keberanian mengambil keputusan strategis di saat krisis,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa penguatan produksi dalam negeri dilakukan melalui peningkatan produktivitas lahan, optimalisasi teknologi pertanian, serta konsolidasi distribusi. Pemerintah juga mendorong sinergi pusat dan daerah untuk memastikan ketersediaan pangan merata.

Menurut Amran, kebijakan pangan harus berbasis data dan responsif terhadap situasi lapangan. Dalam sejumlah momentum krusial, pemerintah mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas stok dan harga.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang tegas dalam mengelola sektor strategis seperti pertanian.



Dekan Fakultas Pertanian Unhas, Prof Dr Ir Rismaneswati SP MP. (unhas tv/venny septiani)


Dekan Fakultas Pertanian Unhas, Prof Dr Ir Rismaneswati SP MP menyebut kehadiran Amran memberikan perspektif nyata mengenai proses pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

Mahasiswa, kata dia, tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapat gambaran praktik kebijakan langsung dari pengambil keputusan.

“Kuliah umum ini kami rancang untuk menambah wawasan mahasiswa strata satu, dua, dan tiga tentang kebijakan di bidang pertanian. Ini pengalaman langsung dari seorang menteri yang berhasil membawa Indonesia menuju swasembada pangan,” ujar Rismaneswati.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga kecukupan beras bagi ratusan juta penduduk merupakan capaian yang patut menjadi inspirasi generasi muda. Fakultas berharap mahasiswa terdorong untuk berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian nasional.

Kuliah umum berlangsung interaktif. Mahasiswa mengajukan sejumlah pertanyaan terkait tantangan regenerasi petani, modernisasi pertanian, hingga strategi menghadapi ketidakpastian iklim. Amran menanggapi dengan menekankan pentingnya inovasi dan keterlibatan generasi muda.

Bagi Fakultas Pertanian Unhas, kegiatan ini bukan sekadar forum akademik, melainkan ruang dialog antara kampus dan pembuat kebijakan. Momentum tersebut diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan Indonesia.

Melalui paparan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa swasembada bukan tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi aktif generasi penerus pertanian nasional.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)