FLORIDA, UNHAS.TV - Lionel Messi menambah satu lapis lagi pada reputasinya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Pada Kamis (18/3/2026), kapten Argentina itu mencetak gol ke-900 dalam karier seniornya untuk klub dan tim nasional saat Inter Miami menghadapi Nashville SC pada leg kedua babak 16 besar CONCACAF Champions Cup.
Gol itu menjadikannya pemain kedua dalam sepak bola putra yang mencapai angka tersebut menurut penghitungan resmi, menyusul Cristiano Ronaldo.
Namun, malam yang seharusnya menjadi perayaan itu berakhir getir: Inter Miami hanya bermain imbang 1-1 dan tersingkir karena kalah aturan gol tandang setelah leg pertama berakhir 0-0.
Messi mencetak gol bersejarah itu pada menit ketujuh. Ia menerima bola di kotak penalti, mengontrolnya dengan tenang, memutar badan di tengah kepungan pemain lawan, lalu melepaskan sepakan kaki kiri mendatar ke pojok jauh gawang Nashville.
Itu adalah jenis gol yang akrab dengan namanya, efektif, ringkas, efisien, dan mematikan. Gol tersebut sempat memberi Inter Miami keunggulan awal, sekaligus membuka kemungkinan malam bersejarah berujung manis.
Tetapi sayang, Nashville mampu membalas dan mempertahankan agregat 1-1 yang cukup untuk melaju ke perempat final. Mereka lolos karena keuntungan gol tandang.
Dengan torehan itu, Messi mencapai 900 gol dalam 1.142 pertandingan resmi untuk klub dan negara—hampir 100 laga lebih sedikit dibanding Ronaldo ketika mencapai tonggak yang sama pada September 2024.
Reuters mencatat, total Messi kini terbagi menjadi 672 gol untuk Barcelona, 32 untuk Paris Saint-Germain, 81 untuk Inter Miami, dan 115 untuk Argentina.
Dalam daftar pengoleksi gol sepanjang masa, ia masih berada di bawah Ronaldo, yang kini telah menembus 965 gol.
Namun efisiensi Messi, yang menempuh tonggak tersebut sebelum berusia 39 tahun, kembali menegaskan perbedaan kelas yang selama dua dekade membuat namanya terus diperdebatkan sebagai yang terbaik.
Gagal Bawa Inter Miami
Ada ironi yang sulit diabaikan pada malam itu. Messi mencapai angka 900 bukan dalam kemenangan besar atau laga final, melainkan dalam pertandingan yang justru menutup jalan Inter Miami di kompetisi antarklub kawasan.
Pelatih Inter Miami Javier Mascherano menyebut total gol Messi itu sebagai sesuatu yang “insane” dan menyebut sang bintang “one of a kind”.
Ucapan itu terasa masuk akal. Sebab, lebih dari dua dasawarsa setelah gol pertamanya, Messi masih menjadi pusat gravitasi sebuah pertandingan, masih menjadi alasan stadion penuh, dan masih memaksa lawan mengatur seluruh permainan di sekelilingnya.
Perjalanan menuju angka 900 itu bermula pada 1 Mei 2005, ketika seorang remaja 17 tahun bernama Lionel Messi mencetak gol resmi pertamanya untuk Barcelona ke gawang Albacete.
Klub Catalan itu mencatat, gol tersebut lahir saat Messi berusia 17 tahun 10 bulan, menjadikannya, pada masa itu, pemain termuda yang mencetak gol di La Liga.
Dari sebuah chip hasil umpan Ronaldinho di Camp Nou, kariernya lalu berkembang menjadi kronik panjang yang melintasi Barcelona, Paris, Miami, hingga tim nasional Argentina. Di sepanjang jalan itu, Messi tidak hanya mengumpulkan gol, tetapi juga mengubah cara publik memaknai konsistensi.

10 Besar Pemain dengan jumlah gol terbanyak sepanjang masa. (The Sun)
Karena itu, gol ke-900 Messi tidak berdiri sebagai sekadar angka bulat. Ia merangkum umur karier yang nyaris mustahil: 21 tahun sejak gol pertama, delapan Ballon d’Or, Piala Dunia 2022, dan produktivitas yang tetap terjaga pada usia 38 tahun.
Inter Miami boleh tersingkir dari Champions Cup, tetapi bagi Messi, malam itu menambah satu bukti lagi bahwa waktu belum sepenuhnya mampu mengejarnya. Dalam sepak bola modern yang serba cepat dan segera lupa, ia tetap memaksa dunia berhenti sejenak untuk menghitung. Sampai 900. (*)
Perjalanan 900 Gol Lionel Messi
Gol ke-1 - 1 Mei 2005 vs Albacete Balompié (La Liga, Barcelona) - Dicetak sebagai pemain pengganti berusia 17 tahun dalam kemenangan 2-0; gol senior pertamanya hanya dalam penampilan ke-9.
Gol ke-100 - 29 September 2009 vs Dynamo Kyiv (Liga Champions UEFA, Barcelona) - penampilan ke-210.
Gol ke-200 - 17 Agustus 2011 vs Real Madrid (Piala Super Spanyol, Barcelona) - penampilan ke-332.
Gol ke-300 - 27 Oktober 2012 vs Rayo Vallecano (La Liga, Barcelona) - penampilan ke-418.
Gol ke-400 - 27 September 2014 vs Granada (La Liga, Barcelona) - penampilan ke-525.
Gol ke-500 - 17 April 2016 vs Valencia (La Liga, Barcelona) - penampilan ke-632 (Barça kalah 2-1).
Gol ke-600 - 4 Maret 2018 vs Atlético Madrid (La Liga, Barcelona) - penampilan ke-747 (tendangan bebas ikonik yang menentukan kemenangan).
Gol ke-700 - 30 Juni 2020 vs Atlético Madrid (La Liga, Barcelona) - penampilan ke-862 (penalti Panenka dalam hasil imbang 2-2).
Gol ke-800 - 23 Maret 2023 vs Panama (Pertandingan Persahabatan Internasional, Argentina) - penampilan ke-1.017 (tendangan bebas menit ke-89 dalam kemenangan 2-0; juga gol internasionalnya yang ke-99).
Gol ke-900 - 18 Maret 2026 vs Nashville SC (Piala Champions CONCACAF, Inter Miami) - penampilan ke-1.142 (tendangan kaki kiri dari permainan terbuka pada menit ke-7).
Catatan Karir Gol Lionel Messi
Barcelona: 672
Inter Miami: 81
Paris Saint-Germain: 32
Argentina: 115 (sampai sekarang),
Catatan: 756 dengan kaki kiri, 110 dengan kaki kanan, 30 sundulan, 4 lainnya.
CETAK GOL - Lionel Messi mencetak gol ke-900 dalam kariernya saat Inter Miami melawan Nashville. (The Sun/Getty)








