MAKASSAR, UNHAS.TV - Jalan Tamalanrea Raya merupakan jalur penting di kawasan Tamalanrea, khususnya di kawasan perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar. Ini adalah kawasan yang padat aktivitas, termasuk akses ke perumahan, pendidikan, dan pusat kegiatan masyarakat.
Ujung timur jalan ini yang berbatasan dengan Kabupaten Maros, menjadikan jalan ini sebagai salah satu urat nadi mobilitas warga antarwilayah serta penghubung terpenting distribusi barang kebutuan pokok. Potret dinamika lalu lintas yang tinggi tergambar melalui kemacetan rutin di pagi hari ketika warga mulai bepergian meninggalkan rumah dan sore hari ketika mereka kembali ke rumah.
Sebelum diperbaiki, kondisi jalan kurang optimal dan sering menghambat mobilitas harian pengguna jalan. Beberapa bagian jalan berlubang, kadang kala ditambal dengan paving block yang tidak cukup kuat menahan beban kendaraan yang melintas. Kondisi makin parah saat musim hujan. Kasus-kasus pengendara yang kecelakaan karena terperosok di lubang yang tergenang air adalah pemandangan yang sering terlihat.
Maka ketika jalan tersebut direhabilitasi sebagai bagian dari Multi Years Project (MYP) Sulawesi Selatan, warga pun meyambut gembira. Haji Sukardi Latief termasuk warga yang menyatakan dukungan atas program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan itu.
"Infrastruktur jalan yang bagus adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Jika perekonomian bergerak dinamis, kesejahteraan masyarakat pasti ikut meningkat," ujar pengusaha serta tokoh masyarakat BTP itu saat ditemui di rumahnya di perumahan Tamalanrea Mas, BTP, Selasa (8/9/2026).
Kepeduliannya pada kualitas jalan telah ia buktikan dengan memelopori pengaspalan di kawasan Tamalanrea Mas yang dananya sebagian berasal dari sumbangan warga. Ia mengaku sempat berharap, rehabilitasi dan pengaspalan itu diperluas ke jalan utama, Jalan Tamalanrea Raya. Namun, ia tidak punya akses ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
"Makanya, saya kaget tiba-tiba sudah ada alat berat di depan gerbang perumahan. Alhamdulillah, pemerintah memperbaiki jalan itu melalui MYP Sulsel sebelum musim hujan tiba," ujarnya.
Hal yang membuat Haji Sukardi salut dengan pengerjaan jalan tersebut karena dilakukan pada malam hari hingga sebelum pukul 07.00 Wita di hari berikutnya, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Alat dan kendaraan asphalt paver, compactor, hingga wheel loader pun bisa digunakan tanpa harus terkendala oleh pengguna jalan.
Ahli Transportasi Universitas Prof Ir Sakti Adji Adisasmita MSi MEngSc IPU ASEAN Eng menilai cara kerja demikian sudah tepat. "Jadwal pekerjaan perbaikan tidak boleh mengganggu kelancaran lalu lintas yakni dengan memilih waktu pengerjaan perbaikan bukan di saat jam puncak pagi dan sore. Lebih baik kalau pekerjaan dilakukan saat malam hari setelah jam puncak sore atau malam," ujar Tim Ahli Amdal Sektor Transportasi di Provinsi Sulawesi Selatan itu .
Guru Besar Fakultas Teknik Unhas ini menjelaskan, pengerjaan infrastruktur jalan merupakan bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan. Perencanaan yang berkelanjutan secara efektif dan efisien akan memberikan manfaat seperti keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas yang konsisten kepada masyarakat. Hal tersebut penting dilakukan karena kawasan perkotaan terus mengalami pertumbuhan populasi dan peningkatan mobilitas masyarakat.
Irmawaty Hasyim, warga BTP Blok AE, menyebutkan, sedikitnya ada tiga manfaat strategis dari rehabilitasi Jalan Tamalanrea Raya. Tiga manfaat tersebut yakni:
Kelancaran mobilitas: Perjalanan menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman bagi pengendara sepeda motor, mobil, dan angkutan umum;
Peningkatan kualitas hidup: jalan yang lebih baik mengurangi risiko kecelakaan, kerusakan kendaraan, serta debu dan genangan air yang sebelumnya mengganggu.
Dukungan aktivitas ekonomi lokal: pedagang, pekerja, dan pelaku usaha di kawasan tersebut mendapatkan akses yang lebih mudah, sehingga distribusi barang dan jasa berjalan lancar.
Dosen pada Fakultas Sastra, Komunikasi, dan Pendidikan Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu menyebutkan, selama tiga pekan terakhir pengerjaan Jalan Tamalanrea Raya, terlihat arus lalu lintas semakin ramai dan distribusi barang semakin lancar. "BTP itu wilayah paling dinamis karena perpaduan kawasan perumahan, pendidikan, dan bisnis. Tidak ada daerah seperti itu di Makassar. Tapi, secara pribadi, manfaat yang paling terasa adalah jarak tempuh dari rumah ke kampus atas sebaliknya makin singkat dan itu pertanda baik," tegasnya.
>> Baca Selanjutnya
undefined



-300x169.webp)




