Pendidikan
Sosial

Pelajar Makassar Suarakan Isu Lingkungan di Kongres Pemuda Sulsel 2026

Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 berlangsung di Aula Sipurio, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan, Makassar, pada 27–28 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan pelajar, guru, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Ancaman banjir, kebakaran, dan berbagai persoalan lingkungan mendorong Aliah Latifah, Siswa SMA Negeri 2 Makassar, untuk menyuarakan pentingnya kepedulian generasi muda terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Baginya, kesadaran saja belum cukup apabila tidak diikuti langkah pencegahan dan tindakan nyata.

Pandangan tersebut disampaikan Aliah saat mengikuti Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 di Aula Sipurio, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (27/10/2026). 

Melalui kelompok diskusi lingkungan, ia berharap gagasan yang disampaikan para peserta tidak berhenti sebagai aspirasi, tetapi terus dikawal hingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kongres yang mengusung tema “Dari Aksi Menjadi Kebijakan: Mengakar, Berdampak, dan Berkelanjutan” ini digagas BASAibu Wiki melalui BASAibu Wiki Sulawesi Selatan dengan bermitra bersama Rumah Budaya Makassar.

Aliah mengungkapkan bahwa persoalan lingkungan dan pendidikan menjadi dua isu yang ingin disuarakannya dalam kongres.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di sekitar mereka agar upaya penyelesaiannya tidak terus tertunda.

“Saya ingin menyuarakan isu lingkungan dan pendidikan karena masih banyak persoalan yang perlu mendapat perhatian,” ujar Aliah.

Ia menilai keterlibatan pemuda menjadi penting karena persoalan lingkungan tidak cukup hanya diketahui, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan tindakan bersama.



Aliah Latifah, Siswa SMA Negeri 2 Makassar. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)


“Kalau bukan pemuda-pemudi yang sadar akan persoalan ini, maka penyelesaiannya tidak akan berjalan cepat,” tambahnya.

Dalam kongres tersebut, Aliah tergabung dalam kelompok diskusi yang membahas persoalan lingkungan. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pencegahan kerusakan lingkungan sejak dini.

Soroti Kebakaran dan Ancaman Banjir

Aliah turut menyinggung persoalan kebakaran dan banjir sebagai contoh ancaman lingkungan yang perlu mendapat perhatian masyarakat.

Menurutnya, kurangnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat memicu persoalan lingkungan berpotensi membuat masyarakat terlambat mengambil langkah pencegahan.

“Kita perlu menyuarakan isu lingkungan karena kondisi lingkungan saat ini sudah tidak sehat. Masih banyak persoalan yang terjadi, termasuk kebakaran,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami penyebab dan dampak banjir agar masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman yang mungkin terjadi.

Bagi Aliah, kepedulian terhadap lingkungan berkaitan erat dengan keberlangsungan ruang hidup masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum kerusakan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Selain menyampaikan kepedulian terhadap persoalan lingkungan, Aliah berharap Kongres Pemuda Sulsel 2026 menghasilkan tindak lanjut yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia menilai berbagai gagasan yang disampaikan peserta perlu terus dikawal agar tidak berhenti sebagai hasil diskusi semata.

“Saya berharap aspirasi yang telah disusun oleh teman-teman dapat ditindaklanjuti, bukan hanya disampaikan, tetapi juga terus dikawal hingga memberikan dampak bagi masyarakat,” harapnya.

Harapan tersebut memperlihatkan keinginan pelajar untuk tidak hanya dilibatkan dalam penyampaian pendapat, tetapi juga melihat hasil nyata dari gagasan yang telah dirumuskan bersama.

Melalui Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026, kepedulian pelajar terhadap lingkungan memperoleh ruang untuk disampaikan kepada berbagai pemangku kepentingan.

Keberlanjutan aspirasi dan keterlibatan generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran serta mendorong tindakan nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan.

(Mustika Syaharuddin / Nur Alam / Unhas.TV)