AS, UNHAS.TV - Tim nasional Prancis menutup tur Amerika Serikat dengan kemenangan meyakinkan. Les Bleus menundukkan Kolombia 3-1 dalam laga uji coba di Northwest Stadium, Minggu (29/3/2026) malam.
Désiré Doué menjadi pembeda. Penyerang muda itu mencetak dua gol, sementara satu gol lain disumbang Marcus Thuram. Kolombia hanya mampu membalas lewat Jaminton Campaz.
Hasil itu tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Kolombia memberi tekanan panjang sepanjang dua babak. Mereka melepaskan 13 tembakan, hanya terpaut satu dari Prancis.
Tim berjuluk Los Cafeteros itu bahkan lebih sering masuk ke sepertiga akhir lapangan dan lebih banyak menyentuh bola di kotak penalti lawan. Namun, Prancis tampil lebih dingin dalam menyelesaikan peluang.
Kolombia sebenarnya memulai laga dengan agresif. Luis Díaz menjadi sumber ancaman dari sisi kiri. Dalam satu serangan awal, ia mengirim umpan berbahaya ke muka gawang.
Bek Theo Hernández berupaya memotong bola dengan sliding tackle, tetapi sentuhannya justru nyaris mengecoh kiper Brice Samba. Beruntung bagi Prancis, bola memantul tipis di samping tiang.
Setelah lolos dari tekanan awal, Prancis mulai menemukan ritme. Gol pembuka lahir pada menit ke-29 lewat situasi yang semrawut di depan gawang Kolombia.
Marcus Thuram dan Rayan Cherki sempat mencoba membongkar pertahanan lawan, tetapi tak kunjung mendapat ruang tembak. Bola liar kemudian jatuh di kaki Doué.
Tanpa banyak pikir, pemain berusia 18 tahun itu menyambar bola dengan sepakan pertama dan mengarahkannya ke sudut kanan bawah gawang Álvaro Montero.
Gol itu mengubah arah pertandingan. Prancis tampak lebih tenang, sedangkan Kolombia sedikit kehilangan pegangan. Menjelang turun minum, tuan kemenangan menggandakan keunggulan lewat transisi cepat yang rapi. Serangan dibangun dari sisi kanan.
Maghnes Akliouche melesat ke ruang kosong lalu mengirim umpan silang terukur ke kotak penalti. Thuram menyambutnya dengan sundulan tipis yang melambung melewati Montero. Skor menjadi 2-0 pada menit ke-41.
Kolombia tidak mengendur setelah jeda. Mereka kembali tampil menekan dan mencoba menggeser momentum. Tetapi lagi-lagi Prancis lebih efektif. Pada menit ke-56, Thuram, yang dikawal ketat, masih sempat mengirim bola mendatar ke depan gawang.
Di sana Doué lolos tanpa kawalan. Ia tinggal menyontek bola ke gawang kosong untuk mencetak gol keduanya malam itu sekaligus membawa Prancis unggul 3-0.
Di tengah dominasi efektivitas Prancis, Kolombia menolak menyerah. Tekanan mereka akhirnya berbuah pada menit ke-69. Bola lepas di dalam kotak penalti Prancis dan jatuh ke area yang bisa dibaca Jefferson Lerma.
Gelandang itu sigap melihat Jaminton Campaz berdiri bebas. Umpan pendek Lerma langsung disambar Campaz dengan sepakan pertama yang meluncur melewati Samba. Gol itu memangkas ketertinggalan menjadi 1-3 dan sempat membuka harapan Kolombia untuk bangkit.
Pelatih Prancis kemudian memasukkan Kylian Mbappé pada menit ke-78. Kehadiran kapten Les Bleus segera mengubah atmosfer serangan. Ia beberapa kali berlari di belakang garis pertahanan Kolombia dan membuat lini belakang lawan goyah.
Satu peluang bahkan berujung bola di dalam gawang setelah Mbappé mengecoh Montero. Namun, selebrasinya terhenti. Asisten wasit lebih dulu mengangkat bendera offside. Gol itu dianulir.
Gol yang batal itu membuat Mbappé belum juga menambah koleksi gol internasionalnya menjadi 57, angka yang akan mendekatkannya pada rekor Olivier Giroud.
Namun, cerita utama laga ini tetap milik Doué. Dua golnya bukan hanya memastikan kemenangan, melainkan juga menandai kemunculan penting pemain muda Paris Saint-Germain itu di level tim nasional.
Catatan statistik menguatkan pengaruh Doué. Ia melepaskan tiga tembakan, semuanya tepat sasaran. Tak ada pemain lain yang mencatat lebih banyak tembakan on target dalam pertandingan itu.
Doué juga paling sering masuk ke sepertiga akhir lapangan, yakni lima kali, dan membukukan nilai expected goals tertinggi, 0,56. Angka-angka itu menunjukkan betapa sering ia muncul di posisi menembak yang ideal.
Penampilan Doué juga masuk catatan tersendiri dalam sejarah kecil tim nasional Prancis. Ia menjadi pemain pertama Prancis yang membuka rekening gol internasional dengan dua gol dalam satu pertandingan sejak Thomas Lemar melakukannya ke gawang Belanda pada Agustus 2017.
Bagi Prancis, kemenangan ini menutup tur Amerika Serikat dengan sempurna: dua pertandingan, dua kemenangan. Bagi Kolombia, hasil akhir mungkin terasa keras.
Mereka cukup kompetitif dalam sejumlah aspek permainan, bahkan mencatat 30 sentuhan di kotak penalti lawan dibanding 24 milik Prancis, serta 47 kali masuk ke sepertiga akhir berbanding 30. Tapi sepak bola kerap ditentukan oleh ketajaman. Dalam hal itu, Prancis jauh lebih efisien. (*)
DUA GOL - Penyerang muda Timnas Prancis Désiré Doué menjadi pembeda dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 Prancis atas Kolombia, Senin (30/3/2026) dini hari. (Marca)


-300x158.webp)



-300x200.webp)

