Watch Unhas TV Live
Watch Unhas TV Live
Internasional

Spanyol, Norwegia, dan Irlandia Akui Negara Palestina, Pukulan Telak bagi Israel

Darmadi Tariah22 May, 2024

MAKASSAR, UNHAS TV – Spanyol, Norwegia, dan Irlandia menyatakan bahwa mereka akan mengakui negara Palestina yang merdeka pada hari Rabu (22/05/2024).

Hal ini merupakan pukulan telak bagi Israel, yang berada di bawah tekanan atas serangan militernya di Gaza dan penjajahannya selama puluhan tahun di wilayah Palestina.

Banyak negara telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara, tetapi seolah belum cukup legitimatif untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Pengumuman terkoordinasi oleh tiga negara membuat hal itu lebih mungkin terjadi karena sebagian besar negara Eropa Barat belum melakukannya.

Langkah-langkah tersebut akan berdampak signifikan terhadap kehidupan warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki Israel. Semakin cepat kemerdekaan Palestina, semakin besar kemungkinan warganya menjadi lebih aman.

Otoritas kesehatan telah mengungkapkan bahwa lebih dari 35.000 orang telah terbunuh dalam lebih dari tujuh bulan pengeboman Israel dan pertempuran darat.

Pengumuman tiga negara ini memperjelas bahwa semakin banyak negara yang percaya bahwa kedaulatan Palestina tidak dapat menunggu kesepakatan damai permanen dengan Israel. Pemerintah sayap kanan Israel sebagian besar menentang negara Palestina, namun hal ini akan berubah.

The New York Times melansir pernyataan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store mengenai hak asasi masyarakat Palestina untuk punya negara. Hal itu disampaikan Jonas Store dalam konferensi pers mengenai keputusan Norwegia mengakui negara Palestina di Oslo.

Keputusan Oslo ini efektif akan berlaku pada Selasa (28/05/2024) mendatang. “Warga Palestina memiliki hak fundamental dan independen untuk sebuah negara merdeka,” ujar Jonas Store.

Sementara itu di Madrid, Perdana Menteri (PM) Pedro Sánchez menyatakan keputusan Spanyol akan berlaku pada hari yang sama.

PM Sánchez menambahkan bahwa Spanyol terpaksa bertindak karena Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Israel tidak memiliki rencana perdamaian jangka panjang dengan Palestina.

“Ini adalah waktunya untuk beralih dari kata-kata ke tindakan, untuk mengatakan kepada jutaan orang Palestina yang tidak bersalah yang menderita bahwa kita bersama mereka, bahwa masih ada harapan,” kata Sanchez dikutip dari New York Times.

Di Irlandia, Perdana Menteri Simon Harris mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa ia yakin negara-negara lain akan segera bergabung dengan mereka untuk mengakui kenegaraan Palestina. []