JAKARTA, UNHAS.TV - Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan 2026–2031.
Pelantikan berlangsung di Gedung Mahkamah Agung (MA) RI, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026), dengan Ketua Mahkamah Agung Prof Dr Sunarto SH MH memimpin pengucapan sumpah dan janji jabatan.
Pengangkatan Thomas Djiwandono ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tertanggal 3 Februari 2026. Ia menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur BI pada 13 Januari 2026.
Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia dan juga menjadi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ex-officio dari Kementerian Keuangan.
Acara pelantikan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara termasuk Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta jajaran Anggota Dewan Gubernur BI lainnya.
Dengan pelantikan ini, susunan Dewan Gubernur Bank Indonesia semakin lengkap untuk mendukung stabilitas moneter, pengendalian inflasi, serta sinergi kebijakan fiskal-moneter di tengah tantangan ekonomi nasional dan global.
Thomas Djiwandono sendiri menyatakan komitmennya menjalankan tugas dengan penuh integritas dan profesionalisme demi kepentingan bangsa dan negara. Pelantikan ini juga mendapat ucapan selamat dari berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya bekerja dengan cinta Tanah Air.
Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono (7 Mei 1972) adalah anak mantan Gubernur Bank Indonesia Joseph Soedradjad Djiwandono. Ibunya bernama Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, adalah kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.(*)
Thomas meraih gelar sarjana sarjana dari Haverford lalu meraih gelar MA hubungan internasional dan ekonomi dari Johns Hopkins University. Ia memulai kariernya sebagai wartawan sebelum bekerja sebagai analis keuangan di Hong Kong. Ia juga pernah jadi CEO Arsari Group.(*)
DEPUTI - Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono (berbatik). Foto: istimewa







