Internasional

Trump Permalukan Pangeran dan Raja Arab Saudi

MAKASSAR, UNHAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan pemimpin Arab Saudi harus bersikap baik kepadanya karena mereka tidak menyangka akan berada dalam posisi yang sangat terbantu di tengah konflik Iran melawan AS dan Israel.

Trump menegaskan hal itu saat berbicara pada pertemuan tingkat tinggi tentang investasi di Miami, Florida, Sabtu ini. Trump lebih khusus mengarahkan pernyataannya kepada Pangeran Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan Raja Arab Saudi.

"Beberapa waktu lalu, seorang pria yang baru saja kita bicarakan, Raja, calon Raja Arab Saudi. Dan saya juga menyukai Raja Arab Saudi. Betapa hebatnya beliau,” puji Trump.

Trump melanjutkan, pria tersebut menunjukkan kehangatan yang luar biasa kepadanya dengan cara pangeran itu menggamit lengannya untuk berdiri saat mereka duduk bersisian. 

Trump kemudian mengutip percakapan dengan para pemimpin Saudi, yang menegaskan betapa pemimpin Arab Saudi memuji tindakannya. "Dia menatap saya dan berkata, ‘Anda tahu, ini luar biasa. Setahun yang lalu, Anda adalah negara mati. Sekarang Anda adalah negara terpanas di dunia.’”

Trump kemudian mengklaim bahwa para pemimpin Saudi tidak menyangka Amerika Serikat akan sangat membantu. "Dia tidak berpikir dia akan menjilat p****t saya. Dia benar-benar tidak berpikir begitu. Dia pikir saya hanya akan menjadi presiden Amerika biasa. Makanya, dia harus bersikap baik kepada saya dan itu harus dia lakukan."

Pernyataan Trump itu menuai kecaman di media sosial, dengan beberapa pengguna menyuarakan kritik mereka kepada Trump. Pernyataan Trump yang berkesan merendahkan itu mengingatkan pernyataan Trump pada dua pemimpin negara lainnya: Perancis dan Jepang. 

Saat bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, Trump justru mengeluarkan pernyataan mengenai serangan bunuh diri pasukan Jepang pada peristiwa Pearl Harbour. Pernyataan yang kemudian membuat kikuk Sanae Takaichi karena tidak menyangka peristiwa sangat peka itu justru dibawa di pertemuan yang dihadiri banyak media.(*)