Sport

Yaya Toure Cetak Sejarah, Antar Slovan Bratislava ke Liga Champions

Yaya Toure, pelatih kepala Slovan Bratislava, membawa timnya melaju ke fase grup Liga Champions UEFA 2026-2027. (Screenshot Al Jazeera)

BRATISLAVA, UNHAS.TV - Yaya Toure menjadi pelatih asal Afrika pertama yang membawa sebuah klub menembus putaran utama Liga Champions Eropa.

Mantan gelandang Barcelona dan tim nasional Pantai Gading itu mengantar Slovan Bratislava lolos setelah menyingkirkan NK Celje dengan agregat 3-2, Kamis (27/8/2026) dini hari.

Klub Slovakia tersebut memastikan tiket seusai memenangi pertandingan penentuan di Slovenia. Keberhasilan ini datang hanya sekitar dua bulan setelah Toure ditunjuk sebagai pelatih kepala Slovan pada Juni. Jabatan tersebut merupakan pekerjaan pertamanya sebagai pelatih utama sebuah klub senior.

Toure segera memberi dampak. Selain mengantarkan juara Slovakia itu ke kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa, ia memimpin tim meraih empat kemenangan di liga domestik.

Perjalanan Slovan menuju putaran utama dimulai pada Juli. Mereka mengalahkan klub Georgia, Saburtalo, 2-0 pada pertandingan pertama sebelum bermain imbang 1-1 dalam pertemuan kedua. Slovan kemudian menaklukkan Mjallby dari Swedia pada dua pertandingan babak kualifikasi kedua.

Pada babak penentuan, Slovan melewati perlawanan Celje dalam dua pertemuan. Kemenangan agregat 3-2 memastikan klub tersebut tampil di fase utama dan sekaligus menempatkan Toure dalam catatan sejarah sepak bola Afrika.

Para pendukung Slovan merayakan keberhasilan itu dengan menyanyikan lagu “Yaya Toure”. Nyanyian tersebut populer ketika Toure menjadi pemain penting Manchester City pada dekade 2010-an.

Toure, 43 tahun, pensiun sebagai pemain pada tahun 2019 setelah menjalani karier selama 18 tahun. Sebelum bergabung dengan Manchester City pada 2010, ia memperkuat Barcelona.

Bersama Blaugrana Toure memenangi Liga Champions 2008-2009, dua gelar Liga Spanyol, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, serta Piala Dunia Antarklub.

Bersama Manchester City, Toure meraih tiga gelar Liga Primer Inggris, satu Piala FA, dan tiga Piala Liga. Ia juga empat kali berturut-turut dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika pada 2011-2014. Bersama Pantai Gading, ia menjuarai Piala Afrika 2015.

Selepas gantung sepatu, Toure membangun karier kepelatihan sebagai asisten di sejumlah klub Eropa, termasuk Leyton Orient dan Standard Liege. Pada 2023, ia bergabung dengan staf tim nasional Arab Saudi sebagai asisten pelatih.

Slovan Bratislava selanjutnya menunggu hasil undian fase utama Liga Champions yang dijadwalkan berlangsung di Madrid pada Kamis malam. Undian itu akan menentukan lawan yang dihadapi Toure dalam debutnya di panggung utama sebagai pelatih.

Pencapaian itu juga menjadi ujian awal bagi pendekatan Toure yang menginginkan permainan dominan, kemenangan, dan kendali pertandingan. Target tersebut kini akan diuji menghadapi klub-klub terbaik Eropa sepanjang musim ini.

Keberhasilan tersebut memperluas jejak Toure di sepak bola Eropa. Setelah bergelimang trofi sebagai pemain, ia kini membuka jalan baru bagi pelatih Afrika di level elite. (*)