
CAPS 150 - Gelandang Cristian Eriksen mendapat hadiah atas pencapaian 150 penampilan internasional. Eriksen mengalami pingsan saat laga persahabatan Denmark melawan Ukraina, Minggu (7/6/2026) malam. (Screenshot The Sun)
Denmark sedang unggul 2-1 saat pertandingan dihentikan. Patrick Dorgu dan Joakim Maehle mencetak gol untuk tuan rumah.
Ukraina memperkecil kedudukan melalui Viktor Tsygankov sebelum turun minum. Setelah laga dibatalkan, pelatih Ukraina Andrea Maldera menolak membahas sepak bola. “Demi menghormatinya, tidak tepat membicarakan pertandingan saat ini,” ujar Maldera.
Dukungan juga datang dari klub-klub yang pernah dan sedang dibela Eriksen. Tottenham Hotspur, tempat Eriksen bermain selama tujuh tahun, menyampaikan doa untuk pemulihan penuh.
Manchester United, klub yang pernah diperkuat Eriksen, menyatakan lega atas kabar dari federasi Denmark. Wolfsburg, klubnya saat ini, mengatakan terus berkomunikasi dengan federasi Denmark dan memantau perkembangan pemeriksaan medisnya.
Peristiwa di Odense segera membangkitkan ingatan pada 12 Juni 2021. Saat itu Eriksen ambruk ketika Denmark menghadapi Finlandia dalam laga Euro 2020. Ia mengalami henti jantung di lapangan. Boesen dan tim medis melakukan resusitasi sebelum Eriksen dibawa ke rumah sakit.
Eriksen kemudian dipasangi implantable cardioverter defibrillator, alat kecil yang dapat mendeteksi irama jantung berbahaya dan memberi kejutan listrik untuk mengembalikan detak normal. Karena aturan medis di Italia, ia harus meninggalkan Inter Milan. Namun kariernya belum selesai.
Delapan bulan setelah kejadian itu, Eriksen kembali bermain untuk Brentford di Liga Inggris. Ia kemudian bergabung dengan Manchester United sebelum melanjutkan karier di Wolfsburg.
Kembalinya Eriksen saat itu dipandang sebagai salah satu kisah paling kuat dalam sepak bola modern: seorang pemain yang pernah dinyatakan “pergi” selama beberapa menit, lalu kembali berdiri di panggung elite.
Dalam wawancara dengan BBC, Eriksen pernah mengatakan ia mengingat hampir semua kejadian pada 2021, kecuali lima menit ketika jantungnya berhenti.
Ia mengingat lemparan ke dalam, bola mengenai lututnya, lalu semuanya gelap. Ia baru sadar ketika dikelilingi orang dan merasakan tekanan di dadanya.
“Saya pergi dari dunia ini selama lima menit sampai mereka mendapatkan kembali detak jantung saya,” kata Eriksen kala itu.
Lima tahun kemudian, sepak bola kembali melihat tubuh Eriksen tergeletak di lapangan. Bedanya, kali ini ia sadar lebih cepat, berdiri sendiri, dan mengirim pesan bahwa ia baik-baik saja.
Namun malam di Odense tetap meninggalkan sunyi panjang. Skor, gol, dan hasil pertandingan lenyap dari percakapan. Yang tersisa hanya satu kabar yang ditunggu semua orang: Christian Eriksen selamat. (*)




-300x174.webp)



