UNHAS.TV - Apple pada akhirnya ikut membuat komputer layar sentuh melalui MacBook Pro yang dilengkapi layar PROLED XDR. Ide komputer layar sentuh ini sebenarnya sempat dicemooh oleh Apple sehingga kehadiran MacBook Pro ini dinilai terlambat.
Apple yakin bahwa laptop layar sentuh ini akan menarik minat target pengguna utama MacBook Pro yakni para profesional kreatif dan pengembang aplikasi.
MacBook Pro layar sentuh baru ini akan diluncurkan pada 6 November dengan harga mulai 2.899 Dollar AS untuk model layar 14 inci dan harga mulai 3.399 Dollar AS untuk model layar 16 inci. Kedua model itu dilengkapi dengan cip M5 Pro atau M5 Max dari Apple.
Apple meyakini layar sentuh ini akan sangat berguna pada para desainer grafis dan musisi karena mengurangi penggunaan fungsi seret dan lepas (drag-and-drop), serta geser slide antar-presentasi.
Inovasi baru ini juga datang bersamaan dengan fitur Dynamic Island, suatu area berbentuk kapsul di bagian atas layar iPhone yang menampilkan informasi sekaligus menampung kamera depan.
MacBook Pro dengan layar PROLED XDR ini turut menyertakan fitur tambahan yang dirancang bagi para kreator, seperti tingkat kecerahan puncak yang lebih tinggi dibandingkan versi non-layar sentuh, serta dukungan untuk ruang warna Adobe RGB.
Menurut Apple, sensor sentuh diintegrasikan langsung ke dalam layar, bukan ditempatkan sebagai lapisan terpisah di atasnya; hal ini diklaim dapat mengurangi latensi saat pengguna melakukan gestur usap (swipe) maupun gulir (scroll).
Sebagaimana dikutip dari CNN, pasar komputer layar sentuh tidak begitu besar. Menurut riset pasar dari International Data Corporation (IDC), perangkat dengan layar sentuh hanya mencakup 16,3% dari total pengiriman laptop secara global pada tahun 2025.
Wakil Presiden Grup di IDC, Ryan Reith, menyebutkan, layar sentuh kurang populer di kalangan pembeli komersial, karena sebagian besar pekerja lebih memilih untuk menghubungkan laptop mereka ke monitor saat berada di meja kerja.(*)
Komputer layar sentuh dari Apple. Foto: Apple








