
FA CUP. Arsenal mengalahkan Wigan dengan skor telak 4-0 hanya dalam 30 menit di babak keempat FA Cup. (the sun)
Arteta memanfaatkan keunggulan besar itu untuk bereksperimen. Ia menarik Bukayo Saka saat jeda dan memberi menit bermain kepada remaja 16 tahun Marli Salmon serta kiper 19 tahun Tommy Setford—keduanya melakoni debut kandang yang akan mereka kenang lama.
Untuk pertama kalinya pula, Jesus diduetkan dengan Viktor Gyokeres di lini depan, kombinasi yang jarang terlihat dan kemungkinan tak sering terulang.
Satu-satunya noda sore itu datang sebelum dan menjelang akhir laga. Bek anyar Riccardo Calafiori kembali cedera saat pemanasan—untuk kedua kalinya dalam dua bulan—memaksa Arteta melakukan perubahan mendadak.
Di penghujung pertandingan, Ben White terkapar diduga mengalami masalah hamstring. Dengan jadwal padat dan Arsenal masih bertahan di empat kompetisi, kabar cedera menjadi ancaman nyata.
Secara statistik dan sejarah, pertanda terlihat cerah. Dalam sembilan musim terakhir, setiap kali Arsenal mencapai putaran kelima, mereka berakhir sebagai juara—terakhir saat menaklukkan Chelsea di final 2017.
Di atas kertas, mimpi empat gelar masih terbuka. Namun publik Emirates tahu, target utama tetap Liga Primer, apalagi setelah hasil imbang 1-1 kontra Brentford memangkas jarak dengan City menjadi empat poin.
Ujian berikutnya menanti di liga: lawatan ke kandang Wolverhampton Wanderers, sebelum derbi London Utara melawan Tottenham Hotspur yang akan menjadi laga perdana manajer anyar mereka, Igor Tudor.
Arteta tentu berharap sore tanpa tekanan ini menjadi penawar sebelum pekan yang lebih menentukan.
Untuk sesaat, Arsenal bisa menikmati kemenangan yang bersih dan efisien. Rekor tercipta, talenta muda diperkenalkan, dan rotasi berjalan. Namun musim belum ditentukan di Piala FA.
Seperti diakui Arteta, ambisi besar hanya akan bertahan jika skuadnya tetap utuh. Dan di tengah jadwal yang kian rapat, setiap cedera bisa lebih menakutkan daripada lawan mana pun. (*)








