JENEPONTO, UNHAS.TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Desa Maccini Baji melaksanakan kegiatan Edukasi Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Senin (10/8/2026).
Kegiatan edukasi ini mengambil tempat di Desa Maccini Baji, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto. Mahasiswa KKN Unhas berkolaborasi dengan PKL Terpadu IPE/IPC Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Makassar.
Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Dr Hasan Basri SKM MKes. Aksi ini merupakan bagian dari program KKN Tematik Stunting.
Tematik tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan calon orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.
"Program KKN Tematik tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 (Zero Hunger) dan poin 4 (Quality Education)," ujar Hasan Basri.
Sebanyak 24 ibu rumah tangga yang diantaranya terdapat dua orang ibu hamil mengikuti kegiatan edukasi tersebut dengan antusias.
Edukasi diberikan melalui penyampaian materi menggunakan leaflet dan presentasi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab agar peserta dapat memahami materi secara lebih mudah serta menyampaikan permasalahan yang dihadapi terkait pola makan keluarga dan kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan dibuka oleh Gilbert Nugrawaputra, mahasiswa Program Studi Manajemen Unhas sekaligus penanggung jawab kegiatan, dengan memberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta.

GIZI SEIMBANG - Mahasiswa KKN-T Unhas dan PKL Poltekkes Kemenkes melaksanakan kegiatan Edukasi Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil di Desa Maccini Baji, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Senin (10/8/2026). (Dok KKN Tematik Unhas)
Selanjutnya, mahasiswa KKN-T Unhas bersama tim PKL Poltekkes Kemenkes Makassar menyampaikan materi mengenai stunting dan panduan penerapan gizi seimbang bagi ibu hamil.
Pemateri juga menambahkan gizi seimbang untuk anak pada berbagai tahapan usia, mulai dari 6 bulan hingga 5 tahun, termasuk pemanfaatan bahan makanan penukar untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Salah satu peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya menyusun porsi makan yang seimbang.
“Selama ini saya sering keliru menentukan porsi makan. Nasi yang saya konsumsi terlalu banyak, sementara lauk dan sayurnya sedikit. Setelah mengikuti edukasi ini, saya jadi lebih memahami pentingnya makanan yang seimbang, bukan hanya sekadar kenyang,” ujar Santi, ibu menyusui.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari cara menyusun menu harian yang bergizi namun terjangkau.
Kemudian pemilihan lauk yang baik untuk ibu hamil, hingga kebiasaan makan yang perlu diperbaiki selama masa kehamilan dan pertumbuhan anak. Sebagai bentuk evaluasi, seluruh peserta mengikuti post-test setelah penyampaian materi.
“Dulu saat melahirkan anak pertama, saya sudah mulai memberikan bubur ketika usianya baru 2 bulan karena mengira hal itu bisa mempercepat pertumbuhannya,” ujar Lia, pasangan usia subur.
"Namun setelah mengikuti edukasi hari ini, saya baru mengetahui bahwa bayi sebelum usia 6 bulan belum dianjurkan mengonsumsi bubur dan sebaiknya hanya diberikan ASI eksklusif," tambahnya memahami materi yang telah diberikan.
Melalui kolaborasi ini, Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 Desa Maccini Baji bersama PKL Terpadu IPE/IPC Poltekkes Kemenkes Makassar berharap masyarakat Desa Maccini Baji dapat menerapkan pola makan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga kegiatan edukasi ini dapat mendukung tumbuh kembang anak yang optimal serta menurunkan risiko stunting di masa mendatang," pungkas Hasan Basri. (*)
GIZI SEIMBANG - Mahasiswa KKN-T Unhas dan PKL Poltekkes Kemenkes melaksanakan kegiatan Edukasi Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil di Desa Maccini Baji, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Senin (10/8/2026). (Dok KKN Tematik Unhas)

-300x169.webp)
-300x169.webp)





