LONDON, UNHAS.TV – Manchester United kembali gagal meraih kemenangan setelah takluk 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2026) malam.
Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan United menjadi sembilan pertandingan sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pelatih Michael Carrick, yang masa depannya kini kembali dipertanyakan.
Dua gol Chelsea tercipta pada babak kedua melalui Morgan Rogers dan Cole Palmer. United sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk unggul lebih dahulu, terutama pada paruh pertama.
Namun, buruknya penyelesaian akhir dan kartu merah yang diterima Lisandro Martinez membuat upaya tim tamu mengejar ketertinggalan semakin sulit.
Hasil tersebut membuat United masih tertahan satu poin di atas zona degradasi. Klub yang telah mengoleksi 20 gelar juara Liga Inggris itu bahkan terancam mengakhiri pekan pertandingan di tiga posisi terbawah.
Situasi ini menjadi tekanan tambahan bagi Carrick setelah United sebelumnya menelan kekalahan 0-3 dari Bournemouth di kandang sendiri.
Carrick sempat mendapat kesempatan untuk memperbaiki performa tim meski kekalahan dari Bournemouth memunculkan desakan agar manajemen segera mengganti pelatih.
Namun, pertandingan melawan Chelsea kembali memperlihatkan persoalan mendasar United, terutama dalam memanfaatkan peluang dan menjaga konsentrasi pertahanan.
Dalam pertandingan tersebut, Carrick kembali memasukkan Bruno Fernandes sebagai kapten setelah mencadangkannya pada laga sebelumnya.
Keputusan itu diambil setelah Fernandes sempat mengkritik pendekatan taktik pelatih menyusul kekalahan telak 1-4 dari Como dalam pertandingan Liga Champions.
Fernandes sebenarnya berpeluang membawa United unggul lebih dahulu. Ia menerima umpan silang Bryan Mbeumo, tetapi tendangannya justru melambung di atas mistar gawang. Peluang berikutnya datang ketika Mbeumo gagal menjangkau umpan Fernandes di tiang jauh.
Amad Diallo juga memperoleh dua kesempatan untuk mencetak gol. Namun, penjaga gawang pengganti Chelsea, Mike Penders, berhasil menggagalkan kedua upayanya.
United sempat merayakan gol melalui Matheus Cunha yang memanfaatkan sundulan Harry Maguire dari situasi sepak pojok. Wasit menganulir gol tersebut karena Cunha berada dalam posisi offside.
Kegagalan memanfaatkan peluang membuat Carrick memasuki ruang ganti dengan kekecewaan. Situasi semakin memburuk ketika pertandingan memasuki babak kedua. Chelsea langsung meningkatkan tekanan dan menemukan celah di pertahanan United.
Pada menit ke-50, Morgan Rogers membuka keunggulan tuan rumah melalui aksi individu. Pemain tim nasional Inggris itu menerima bola di sekitar lingkaran tengah, kemudian menggiringnya melewati lini pertahanan United tanpa mendapat tekanan berarti.
Rogers mengakhiri pergerakannya dengan mencungkil bola melewati penjaga gawang Senne Lammens.
Gol tersebut terasa penting bagi Rogers. Ia pernah bekerja bersama Carrick ketika keduanya berada di Middlesbrough. Carrick bahkan turut membantu menghidupkan kembali perjalanan kariernya. Namun, kali ini Rogers justru memberikan pukulan besar kepada mantan pelatihnya.
Masalah United bertambah ketika Martinez melakukan pelanggaran terhadap Rogers. Bek asal Argentina itu menarik pemain Chelsea tersebut hingga wasit memberikan tendangan bebas.
Dalam situasi berikutnya, Martinez kembali melakukan kesalahan dengan mengangkat lengannya dan menghantam Wesley Fofana.
Wasit Peter Banks meninjau insiden tersebut melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR). Setelah pemeriksaan, wasit memberikan hadiah penalti kepada Chelsea sekaligus mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Martinez. United pun harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Cole Palmer mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor penalti. Lammens sempat menyentuh bola, tetapi tendangan Palmer tetap meluncur perlahan ke sudut bawah gawang. Chelsea unggul 2-0 dan semakin mengendalikan pertandingan.
Chelsea sebenarnya sempat mencetak gol ketiga melalui Estevao. Pemain tersebut menerima umpan Palmer dan melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang. Namun, wasit menganulir gol itu karena posisi offside.
Pada sisa pertandingan, Chelsea menguasai permainan tanpa menambah keunggulan. Pendukung tuan rumah bahkan meneriakkan ejekan yang meminta Carrick dipecat. Mereka menyaksikan United kesulitan membangun serangan setelah kehilangan Martinez.
Kekalahan ini membuat manajemen United menghadapi keputusan penting menjelang pertandingan Liga Champions melawan AS Roma di Old Trafford, Selasa (3/11/2026).
Posisi Carrick menjadi sorotan karena timnya telah kalah dalam dua dari tiga pertandingan kompetisi Eropa musim ini.
Kegagalan menghadapi Roma dapat memperbesar risiko tersingkir lebih awal dari Liga Champions. Kondisi tersebut bukan hanya menyangkut prestise klub, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian finansial.
Karena itu, pertandingan melawan Roma menjadi ujian penting bagi Carrick untuk mempertahankan posisinya di tengah tekanan yang terus meningkat. (*)
Morgan Rogers, membawa Chelsea unggul 1-0 lewat tembakan yang luar biasa ke gawang MU, Sabtu (31/10/2026). Screenshot The Sun)








