Mahasiswa
Pendidikan

Dana Pensiun Bukan Urusan Nanti, OJK Ajak Mahasiswa Unhas Bersiap Sejak Dini

EDUKASI KEUANGAN - Prodi S1 Ilmu Aktuaria Unhas bekerja sama dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan seminar edukasi keuangan bertema “Generasi Melek Finansial: Menata Dana Pensiun di Tengah Disrupsi dan Risiko Keuangan di Auditorium Prof. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, Makasar, Rabu (17/6/2026). (Unhas TV/Zahra Tsabita Sucheng)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Ratusan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum mengikuti edukasi keuangan bertema “Generasi Melek Finansial: Menata Dana Pensiun di Tengah Disrupsi dan Risiko Keuangan”, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang digelar di Auditorium Prof Amiruddin, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) ini digelar Program Studi S1 Ilmu Aktuaria Unhas bekerja sama dengan Persatuan Aktuaris Indonesia atau PAI dan Otoritas Jasa Keuangan.

Forum tersebut menjadi bagian dari kegiatan corporate social responsibility yang menekankan pentingnya literasi keuangan, pengelolaan dana pensiun, serta kesiapan generasi muda menghadapi perubahan teknologi dan risiko finansial.

Sejak pagi, peserta memenuhi aula untuk mengikuti pemaparan mengenai perencanaan keuangan jangka panjang.

Materi yang dibahas tidak hanya berfokus pada dana pensiun, tetapi juga pada cara mengenali investasi ilegal, memahami produk jasa keuangan, dan mengelola keuangan pribadi secara lebih bijak.

Narasumber dari OJK menyoroti meningkatnya risiko keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial.

Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital, menurut OJK, perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal maupun keputusan investasi yang merugikan.

Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Barat, Mochammad Muchlasin, mengatakan kesadaran finansial harus dibangun sejak usia muda. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menganggap masa pensiun sebagai urusan yang masih terlalu jauh.

“Mahasiswa jangan berpikir bahwa usia tua itu masih lama. Persiapan keuangan harus dimulai dari sekarang,” kata Muchlasin seusai membuka seminar tersebut.

Menurut dia, kesiapan finansial tidak hanya menyangkut kepentingan pribadi. Generasi muda, kata Muchlasin, juga perlu memikirkan kebutuhan keluarga, orang tua, serta masa depan anak-anak mereka kelak.

Perencanaan sejak dini dinilai akan membantu masyarakat menghadapi risiko ekonomi, termasuk risiko umur panjang setelah memasuki masa pensiun.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan menghadapi disrupsi teknologi. Perubahan teknologi, kata dia, membawa peluang sekaligus risiko.

Karena itu, masyarakat perlu memahami cara kerja produk keuangan, memilih lembaga jasa keuangan yang legal, serta membangun ketahanan finansial dalam jangka panjang.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan regulator, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih sadar, cerdas, dan siap merencanakan masa depan keuangannya secara berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan kuis interaktif yang digelar panitia. Selain memperoleh e-sertifikat, peserta juga mendapatkan wawasan praktis mengenai pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak muda.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)