MAKASSAR, UNHAS.TV - Dilema antara mengikuti organisasi kemahasiswaan atau memilih magang kerap dirasakan mahasiswa di tengah tuntutan kesiapan memasuki dunia kerja.
Fenomena ini muncul seiring pandangan sebagian mahasiswa yang menilai bahwa aktif organisasi tidak lagi relevan dengan kebutuhan masa kini.
Ketua Komisi Dewan Perwakilan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (Himakaha) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), AM Abid Nabil Ridla Putra, menjelaskan dilema tersebut berangkat dari persepsi mahasiswa terhadap efektivitas organisasi.
“Banyak mahasiswa merasa organisasi ini sudah tidak relevan lagi untuk diikuti di masa sekarang. Mereka berpikir, untuk mendapatkan pengalaman lebih baik langsung magang saja,” ujarnya.
Meski demikian, Abid menegaskan bahwa organisasi dan magang sejatinya memiliki peran yang sama penting bagi pengembangan diri mahasiswa. Keduanya berada pada sisi yang berbeda, namun saling melengkapi.
“Menurut saya pribadi, organisasi dan magang itu sama-sama penting. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, keduanya sebenarnya bisa dijalankan secara bersamaan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti anggapan bahwa organisasi hanya membuang waktu. Menurutnya, tantangan ini justru menjadi bahan evaluasi bagi organisasi mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Banyak organisasi yang merasa tidak perlu berkembang dan hanya menerapkan tradisi lama. Ini yang harus diperbaiki.
"Organisasi harus mengikuti perkembangan zaman dan memahami apa yang diinginkan mahasiswa, tanpa meninggalkan dasar dan nilai organisasi itu sendiri,” kata Abid.
Lebih lanjut, Abid membagikan pengalamannya dalam mengimplementasikan ilmu organisasi pada program Smart Agriculture Technology for Optimalized Animal Farming (SATOA), sebuah program pengabdian yang membutuhkan keberlanjutan dan kerja tim jangka panjang.
“Manajemen tim sangat penting. Tanpa pengalaman manajemen dari organisasi, menjalankan program seperti Satu Wahi ini akan sangat sulit, mengingat programnya berlangsung lama dan berbasis pengabdian,” tuturnya.
Menurutnya, organisasi mahasiswa seperti Himakaha juga memberikan pembelajaran yang tidak diperoleh di bangku perkuliahan.
Ilmu manajemen, kepemimpinan, dan pengetahuan tambahan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di luar kampus.
Dengan demikian, Abid berharap mahasiswa tidak lagi memandang organisasi dan magang sebagai dua pilihan yang saling meniadakan, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang dapat berjalan beriringan demi mempersiapkan masa depan yang lebih matang.
(Achmad Ghiffary M / Muh Resha Maharam / Unhas TV)
Ketua Komisi Dewan Perwakilan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan FK Unhas AM Abid Nabil Ridla Putra. (dok unhas tv)








