UNHAS.TV - Bagi pecinta kuliner di Makassar dan sekitarnya, nama Donat Kampar mungkin sudah tak asing lagi. Gerai donat yang kini memiliki beberapa outlet di Sulawesi Selatan ini ternyata memiliki kisah inspiratif di balik namanya.
Tak banyak yang tahu, Donat Kampar bukan hanya sekadar nama merek, tetapi juga singkatan dari nama sebuah dusun yang memiliki arti tersendiri bagi sang pendiri.
Kampung Parang, itulah nama asli yang disingkat menjadi Kampar. Sebuah dusun kecil di Kecamatan Galesong, Takalar. Parang dalam bahasa Makassar berarti sebuah dataran yang luas.
Adalah Arifuddin Alwi, pria kelahiran Bone, 7 Februari 1985, yang berada di balik kesuksesan Donat Kampar. Perjalanannya menuju dunia kuliner sebenarnya berawal dari mimpi yang berbeda. Awalnya, ia bercita-cita kuliah di Universitas Hasanuddin (Unhas), tetapi takdir membawanya ke Politeknik Pariwisata Makassar. Dari sanalah ia mulai mengenal dunia tata boga, sebuah ilmu yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan kariernya. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Arifuddin menghabiskan dua dekade, dari tahun 2005 hingga 2025, berkecimpung di industri makanan.
Bahkan, ia sempat bekerja di perusahaan asing di Belanda sebagai pastry chef. Tepatnya technical advisor. Di sinilah ia semakin mengasah kemampuannya dalam meracik kue dan pastry. Sekembalinya ke Indonesia, Arifuddin memulai usaha donatnya dari industri rumahan. Awalnya, ia dan sang istri hanya membuat donat di sela-sela kesibukan bekerja.
Namun, berkat keuletan dan cita rasa khas yang ditawarkan, usaha kecil ini berkembang pesat. Dari dua orang, kini karyawannya mencapai puluhan orang. Outlet pertama Donat Kampar berdiri di Jalan Poros Galesong, disusul cabang kedua di Jalan Poros Takalar-Jeneponto, dan yang ketiga di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 9. Menariknya, beredar kabar bahwa Arifuddin Alwi bisa membuat Donat Kampar miliknya terasa enak karena pernah bekerja di sebuah perusahaan donat di mal. Namun, ia membantah hal tersebut.
Keahliannya dalam membuat donat bukan berasal dari pengalaman bekerja di perusahaan donat besar, melainkan dari latar belakangnya sebagai juru masak profesional. Kini, Donat Kampar bukan sekadar bisnis, tetapi juga bukti bahwa dengan ketekunan dan semangat, sebuah impian bisa menjadi kenyataan.
Dari sebuah dapur kecil, kini usahanya telah menjangkau banyak pelanggan, membuktikan bahwa rasa dan kualitaslah yang menjadi kunci utama dalam dunia kuliner. (*)