Mahasiswa

Double Group Gandeng Unhas, Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Industri

Creativepreneur & Chief Double Group Iksan Bangsawan

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalin kerja sama dengan Double Group melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang dirangkaikan dengan kegiatan Event Campus Community Goes to Campus di Gedung Arsjad Rasjid, Rabu (29/4/2026).

Program ini digelar untuk memperkuat hubungan kampus dengan dunia industri sekaligus membekali mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari roadshow Double Group yang menyasar kalangan mahasiswa. Melalui forum ini, peserta diajak memahami dinamika dunia bisnis, perilaku industri, serta kebutuhan keterampilan praktis yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.

Chief Double Group Iksan Bangsawan mengatakan kegiatan di Unhas merupakan titik ketiga pelaksanaan Goes to Campus. Sebelumnya, program serupa telah digelar di Makassar Global Center dengan melibatkan empat kampus, serta di Kampus Kharisma Makassar.


Menurut Iksan, kegiatan ini dirancang untuk memperkecil jarak antara teori akademik dan praktik di lapangan. Mahasiswa, kata dia, perlu mengenal lebih awal tantangan dunia kerja agar mampu menyiapkan diri sebelum lulus.


Dalam kegiatan tersebut, Double Group menghadirkan empat narasumber dengan latar belakang berbeda. Topik yang dibahas meliputi AI Automation for Financial Success, Storytelling for Social Media, Creator Behind the Stage, hingga Financial Wisdom for the Next Generation.


Iksan menyebut kegiatan ini juga melibatkan kerja sama dengan pihak lain. Peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung berkesempatan memperoleh sertifikat resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP Event.


Ia berharap kehadiran Event Campus Community Goes to Campus di Universitas Hasanuddin dapat membantu mahasiswa tidak hanya siap secara teori, tetapi juga memiliki pemahaman praktis untuk bersaing di industri.


Pembekalan semacam ini, kata Iksan, penting bagi Unhas yang setiap tahun meluluskan lebih dari 10 ribu mahasiswa. Dengan jumlah lulusan sebesar itu, kampus dinilai perlu terus memperkuat jejaring dengan dunia usaha dan industri.


“Mahasiswa harus mendapat gambaran nyata tentang kebutuhan industri agar lebih siap ketika masuk dunia kerja,” kata Iksan.