
Luis Diaz, Michael Olise, dan Harry Kane sama-sama cetak gol bagi Bayern Munchen dan membuat PSG kelimpungan. (The Sun/EPA)
PSG tidak tinggal diam. Tim tuan rumah merespons dengan serangan cepat. Ousmane Dembele mendapat peluang setelah menerima umpan Warren Zaire-Emery, tetapi penyelesaiannya melebar. Kesempatan berikutnya datang melalui Kvaratskhelia.
Pemain Georgia itu menerima bola dari Desire Doue, lalu menggiringnya ke kotak penalti. Ia mengecoh Josip Stanisic sebelum melepaskan tembakan ke sudut jauh. Manuel Neuer gagal menjangkau bola.
Gol itu mengubah arah laga. PSG mulai menemukan ritme. Bayern tetap berbahaya melalui Olise, tetapi tuan rumah tampil lebih agresif. Dari sebuah sepak pojok, Joao Neves berhasil menanduk bola ke gawang Bayern. Gol tersebut membuat PSG berbalik unggul dan meningkatkan tekanan kepada tim tamu.
Bayern kemudian kembali menyamakan kedudukan lewat aksi Olise. Mantan pemain Crystal Palace itu menunjukkan kualitas individu yang menonjol.
Ketika Marquinhos memilih memberi ruang, Olise langsung melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dibendung Safonov. Gol itu menegaskan perannya sebagai salah satu pemain paling berbahaya di lapangan.
Drama babak pertama belum selesai. Pada masa tambahan waktu, VAR ikut menentukan jalannya pertandingan. Umpan silang Dembele mengenai tangan Alphonso Davies.
Meski jarak bola dengan pemain cukup dekat, wasit Sandro Scharer menunjuk titik putih. Dembele mengambil penalti dan sukses membawa PSG kembali unggul sebelum turun minum.
Babak kedua berjalan sama terbukanya. PSG sempat terlihat akan menjauh setelah Kvaratskhelia dan Dembele mencetak dua gol cepat. Bayern meninggalkan ruang besar di lini belakang, dan PSG menghukumnya dengan serangan langsung.
Kvaratskhelia berdiri bebas di sisi jauh untuk mencetak gol keduanya. Tak lama kemudian, Dembele bekerja sama dengan Doue dalam situasi dua lawan dua. Upamecano gagal menghentikan laju serangan, dan Dembele menuntaskannya dengan tembakan rendah ke tiang dekat.
Stadion kembali bergemuruh. PSG tampak berada di atas angin. Namun Bayern menolak menyerah. Upamecano menebus kesalahannya di lini belakang dengan gol sundulan setelah menyambut tendangan bebas Kimmich. Gol itu menjaga peluang Bayern dan menghidupkan kembali pertandingan.
Momentum Bayern berlanjut melalui kerja sama Kane dan Diaz. Kane mengangkat bola melewati garis pertahanan PSG dari area lebih dalam.
Diaz mengontrol bola dengan sentuhan cerdik yang membuat Marquinhos salah langkah. Ia lalu menuntaskan peluang tersebut menjadi gol. Asisten wasit sempat mengangkat bendera, tetapi pemeriksaan VAR menyatakan Diaz berada dalam posisi sah.
Gol itu menjadi pukulan terakhir dalam pertandingan yang berjalan kacau, cepat, dan sulit ditebak. PSG dan Bayern sama-sama menunjukkan kekuatan menyerang, tetapi juga meninggalkan banyak celah di pertahanan. Hasil tersebut membuat duel kedua pekan depan tetap terbuka.
Dengan materi pemain yang sama-sama mewah, kedua tim masih memiliki peluang besar untuk lolos. PSG membawa modal penting dari kandang, sementara Bayern membuktikan bahwa mereka dapat bangkit meski tertinggal dalam tekanan besar.
Pertandingan berikutnya diperkirakan kembali berlangsung ketat, sebab sembilan gol di Paris belum cukup untuk memastikan siapa yang benar-benar berhak melaju. (*)








