MAROS, UNHAS.TV - Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 115 melaksanakan program kerja individu berupa pengenalan teknik skarifikasi fisik dan mekanik pada benih lamtoro (Leucaena leucocephala) guna mendukung rehabilitasi lahan.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, pada Kamis (22/1/2026).
Program kerja tersebut dilaksanakan oleh Kezia Tamaela, mahasiswa Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Kezia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pembukaan lahan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan, yang berdampak pada menurunnya fungsi ekologis lahan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana lingkungan seperti banjir dan longsor.
“Setidaknya ada satu tanaman kehutanan yang ditanam di lahan bapak dan ibu agar dapat mengurangi risiko banjir maupun longsor,” ujar Kezia pada Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, di antaranya Kepala Dusun Kappang, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Labuaja, Kelompok Tani Kappang Putra, serta Kelompok Tani Karaenta.
Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam demonstrasi teknik skarifikasi yang diperkenalkan.
"Antusiasme masyarakat terlihat dari keaktifan peserta selama praktik dan sesi diskusi yang berlangsung interaktif," ungkap Kezia.
Dalam kegiatan tersebut, diperkenalkan dua metode skarifikasi benih lamtoro, yakni skarifikasi fisik dan skarifikasi mekanik.
Skarifikasi fisik dilakukan melalui perendaman benih menggunakan air panas dan air hangat, sedangkan skarifikasi mekanik dilakukan dengan cara mengamplas kulit benih secara hati-hati.
"Kedua metode ini bertujuan untuk memecah dormansi benih sehingga dapat meningkatkan daya serta kecepatan perkecambahan," terangnya.
Dosen Pembimbing KKN-T, Dr Sumarlin Rengko SS MHum, memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan program kerja tersebut. Ia menilai kegiatan pengenalan skarifikasi benih sebagai program yang tepat sasaran.
"Program ini sangat baik karena mengombinasikan aspek edukasi, praktik lapangan, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," jelas Sumarlin.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN-T membagikan benih lamtoro dan amplas kepada para peserta.
Pembagian ini bertujuan agar masyarakat dapat mempraktikkan teknik skarifikasi secara mandiri, baik di rumah maupun dalam kegiatan pembibitan kelompok.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
Mahasiswa KKN-T Unhas Kezia Tamaela, dari Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan, melaksanakan program kerja individu berupa pengenalan teknik skarifikasi fisik dan mekanik pada benih lamtoro (Leucaena leucocephala) guna mendukung rehabilitasi lahan di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Kamis (22/1/2026). (dok Kezia Tamaela)








