Sport

Dwigol Gyokeres Antar Arsenal Memimpin 9 Angka di Puncak Klasemen



UNGGUL JAUH. Arsenal kini unggul 9 poin dari peringkat kedua Man City untuk memimpin klasemen Liga Inggris. (the sun)


Memasuki babak kedua, Arsenal bermain lebih lepas. Tekanan yang sebelumnya membayangi publik Emirates perlahan menghilang. Arteta kemudian memasukkan Viktor Gyokeres pada menit ke-60, keputusan yang langsung mengubah dinamika laga.

Enam menit berselang, Gyokeres mencetak gol pertamanya. Menerima umpan tarik Kai Havertz dari sisi kanan, penyerang asal Swedia itu menyelesaikan peluang dengan tenang di depan gawang. Gol tersebut praktis mematikan perlawanan Sunderland.

Gyokeres kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit-menit akhir pertandingan. Gol keduanya memastikan kemenangan Arsenal sekaligus menambah koleksi gol sang penyerang menjadi empat gol dalam empat pertandingan terakhir di semua ajang.

Arteta melakukan empat perubahan dalam susunan pemain dibandingkan laga melawan Chelsea. Gyokeres menjadi salah satu pemain yang memulai laga dari bangku cadangan. Selain rotasi, perubahan ini juga mencerminkan kedalaman skuad Arsenal yang kian matang.

Tanpa Bukayo Saka dan Martin Odegaard yang masih cedera, Arsenal tetap tampil solid. Sejumlah pemain bernilai besar seperti Eberechi Eze, Gabriel Martinelli, Piero Hincapie, dan Gyokeres tidak diturunkan sejak menit awal.

Sebagai gantinya, Arteta memainkan Gabriel Jesus, Leandro Trossard, Riccardo Calafiori, dan Kai Havertz.

Perubahan itu memberi fleksibilitas dalam serangan. Jesus kerap bergerak melebar ke sisi kiri, Trossard masuk ke area tengah, sementara Havertz beberapa kali berperan sebagai penyerang utama. Pola ini membuat pertahanan Sunderland bekerja ekstra keras sepanjang pertandingan.

Sunderland sempat memberi ancaman. Winger Chemsdine Talbi memaksa David Raya melakukan penyelamatan penting, sementara Brobbey tampil agresif dan merepotkan lini belakang Arsenal. Namun efektivitas Arsenal menjadi pembeda utama.

Bagi Arsenal, kemenangan ini tidak hanya berarti tambahan tiga poin, tetapi juga sinyal kuat bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk meraih gelar juara.

Kritik soal gaya bermain yang dinilai kurang atraktif tampaknya tak lagi relevan. Efektivitas dan konsistensi kini menjadi identitas utama tim asuhan Arteta.

Dengan keunggulan sembilan poin dan performa stabil, Arsenal semakin sulit dikejar. Gelar Liga Inggris mungkin belum resmi berada di tangan, namun langkah Arsenal menuju puncak kejayaan semakin mantap. (*)