Mahasiswa
Sulsel

Edukasi Pangan Aman, Mahasiswa KKN Unhas Sasar Kader Keluarga di Bonto Rannu Bantaeng

KEAMANAN PANGAN - Mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Unhas mengedukasi kader keluarga agar pangan rumah tangga lebih aman di Aula Desa Bonto Rannu, Bantaeng, Kamis (23/7/2026). (Dok KKN T Unhas)

BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin menggelar edukasi keamanan pangan bagi kader keluarga di Aula Kantor Desa Bonto Rannu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengolahan dan konsumsi pangan yang aman serta sehat.

Edukasi diikuti masyarakat yang tergabung dalam komunitas keluarga Desa Bonto Rannu. Para peserta mendapat penjelasan tentang prinsip dasar keamanan pangan, pencegahan cemaran, serta penerapan higiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan rumah tangga.

Materi disampaikan mahasiswa KKN yang telah mengikuti pelatihan sebagai Kader Keamanan Pangan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Makassar.

Mereka mengingatkan bahwa keamanan pangan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan, tetapi juga cara penyimpanan, pengolahan, penyajian, dan kebersihan peralatan.

Mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan, Alfrida Rapa’ Rima, mengatakan kader keluarga diharapkan tidak berhenti sebagai peserta edukasi. Mereka juga didorong menjadi penyampai informasi kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Setelah mengikuti edukasi ini, kader keluarga diharapkan mampu menerapkan prinsip keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari serta menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat,” kata Alfrida.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Sapa Kampus Berdampak melalui KKN Tematik Keamanan Pangan. Program ini melibatkan BPOM, Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Bonto Rannu, dan masyarakat sebagai mitra dalam membangun budaya pangan aman.

Edukasi ini juga diarahkan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama peningkatan kesehatan masyarakat, penguatan literasi, serta kemitraan antarlembaga.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN akan mendampingi kader keluarga melaksanakan bimbingan teknis kepada komunitas keluarga.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan secara konsisten dan disebarluaskan. Para kader diharapkan menjadi penggerak konsumsi pangan aman, sehat, dan berkualitas di Desa Bonto Rannu. (*)