Saintek

Ganggang yang Tidak Aktif Hidup Kembali Setelah 7.000 Tahun di Bawah Laut Baltik

Diatom Sel Kecil

JERMAN, UNHAS.TV- Di dasar Laut Baltik yang sunyi, kehidupan yang telah lama terkubur kembali bangkit. Sekelompok ilmuwan dari Leibniz Institute for Baltic Sea Research (IOW) berhasil membangkitkan kembali alga mikroskopis yang telah tertidur selama hampir 7.000 tahun di lapisan sedimen laut. Penemuan ini tidak hanya mencengangkan dunia sains, tetapi juga membuka jendela baru dalam memahami kelangsungan hidup mikroorganisme dalam jangka waktu ekstrem.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam The ISME Journal (3/1/2025), sebuah jurnal ilmiah terkemuka di bidang ekologi mikroba. Riset ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang sejarah ekologi Laut Baltik, yang dipelajari melalui pendekatan paleoekologi—ilmu yang merekonstruksi kondisi lingkungan masa lalu berdasarkan fosil, DNA purba, dan jejak biologis lainnya.


The ISME Journal, sebuah jurnal ilmiah terkemuka di bidang ekologi mikroba. Credit: The Isme Journal.
The ISME Journal, sebuah jurnal ilmiah terkemuka di bidang ekologi mikroba. Credit: The Isme Journal.


Lumpur sebagai Kapsul Waktu

Seperti banyak organisme lain, mulai dari bakteri hingga mamalia, fitoplankton memiliki kemampuan unik untuk memasuki fase dormansi guna bertahan hidup di lingkungan yang tidak bersahabat. Dalam kondisi tertentu, mereka dapat "tertidur" dan menghentikan metabolisme mereka selama ribuan tahun, hingga akhirnya terbangun kembali ketika lingkungan menjadi mendukung.

Menurut Sarah Bolius, ahli fitoplankton dari IOW dan penulis utama studi ini, lumpur laut yang menutupi jasad renik tersebut bertindak sebagai kapsul waktu alami. "Sedimen ini menyimpan rekaman sejarah ekologi Laut Baltik, memberikan wawasan tentang evolusi komunitas mikroba dan perubahan genetik yang terjadi selama ribuan tahun," ujar Bolius dalam wawancaranya dengan Science Daily (2024).

Eksperimen: Membangkitkan Jasad Renik yang Tertidur

Untuk menguji apakah mikroorganisme yang terkubur ini masih bisa hidup kembali, tim peneliti mengambil sampel dari berbagai lapisan sedimen di dasar Laut Baltik. Sampel tertua berasal dari lapisan berusia sekitar 6.871 tahun, dengan margin kesalahan ±140 tahun.

Ketika sampel ini dipindahkan ke kondisi yang lebih ideal, seperti paparan cahaya dan ketersediaan nutrisi, satu jenis fitoplankton berhasil bangkit kembali: Skeletonema marinoi. Alga ini merupakan spesies yang umum ditemukan di Laut Baltik, terutama saat fenomena mekar fitoplankton di musim semi.

Yang lebih mengejutkan, alga purba ini tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga berkembang biak dan berfotosintesis dengan normal. Dalam pengamatan laboratorium, mereka menunjukkan laju pertumbuhan rata-rata 0,31 pembelahan sel per hari, serupa dengan spesies yang hidup saat ini (ISME Journal, 2024). Bahkan, analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa alga yang baru terbangun ini mampu memproduksi oksigen dengan efisiensi yang sama seperti fitoplankton modern.

>> Baca Selanjutnya