MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar halalbihalal 1447 Hijriah di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (25/3/2026).
Acara ini bukan sekadar agenda setelah Hari Raya Idulfitri. Forum itu menjadi ruang temu lintas generasi, mempertemukan pimpinan aktif, sivitas akademika, mitra strategis, hingga para mantan rektor dalam satu suasana kekeluargaan.
Kehadiran para mantan rektor memberi bobot tersendiri. Di antara yang hadir ialah Rektor Unhas periode 1989-1997 Prof. Basri Hasanuddin, Rektor Unhas Periode 2006-2014 Prof. dr. Idrus A. Paturusi, serta Rektor Unhas periode 2014-2022 Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu.
Kehadiran mereka menegaskan kesinambungan kepemimpinan di kampus itu, di tengah dorongan Unhas untuk terus melaju menuju universitas kelas dunia.
Acara tersebut juga dihadiri Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, para dekan, direktur, pimpinan unit kerja, mitra universitas, dan seluruh unsur sivitas akademika.
Dalam konteks itu, halalbihalal menjadi lebih dari seremoni tahunan. Ia menjadi simpul yang merawat relasi antargenerasi, sekaligus meneguhkan arah bersama lembaga.
Prof. Basri Hasanuddin menyebut tradisi halalbihalal sebagai perekat keluarga besar Universitas Hasanuddin. Menurut dia, kegiatan seperti ini penting dipertahankan dalam keadaan apa pun, karena menjadi ruang berkumpul, saling menyapa, dan memelihara semangat bersama.
“Saya sangat gembira bahwa acara tahunan ini tetap dilaksanakan. Dalam keadaan senang atau susah, kita terus bisa kumpul-kumpul, bergembira bersama,” kata Basri. Ia berharap tradisi itu terus berlangsung sebagai bagian dari kultur kampus yang sehat dan terbuka.
Basri juga mengaku senang melihat perkembangan Universitas Hasanuddin dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai kampus itu terus bergerak maju dan tumbuh, didukung suasana internal yang kondusif serta kerja bersama seluruh unsur pimpinan dan warga kampus.
Menurut dia, capaian itu tidak lahir dari kerja satu orang, melainkan hasil bahu-membahu seluruh elemen universitas.

Rektor Unhas periode 1989-1997 Prof Basri Hasanuddin. (Unhas TV/Venny Septiani)
Ia menitipkan harapan agar momentum halalbihalal tidak berhenti pada seremoni. “Semoga Unhas tetap bersatu, bersemangat, bahu-membahu melaksanakan semua misi mulia yang ditetapkan,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu. Ia menilai halalbihalal menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi di lingkungan kampus. Bagi dia, pertemuan semacam ini membuka ruang untuk saling memaafkan, bertukar kabar, dan memperkuat rasa memiliki terhadap institusi.
“Ini hari yang paling baik, karena bisa bertemu hampir seluruh pimpinan dan sivitas akademika, untuk bermaaf-maafan, saling bersilaturahmi, kangen-kangenan, jadi membuat Unhas makin kuat bersatu,” kata Dwia.
Dwia juga menyoroti capaian universitas yang dinilainya berada pada posisi baik. Ia mengapresiasi berbagai prestasi yang dipaparkan rektor dalam sambutannya.
Tantangan berikutnya, kata dia, ialah mempertahankan capaian itu sembari meningkatkan kualitas agar target-target dalam rencana strategis universitas dapat tercapai.
Menurut Dwia, posisi Unhas saat ini memberi modal kuat untuk melangkah lebih jauh. Karena itu, semangat kolektif seluruh unsur kampus perlu terus dijaga.
“Tinggal mempertahankan, meningkatkan. Mudah-mudahan target-target rencana strategis Unhas bisa berhasil dalam pimpinan rektor,” ujarnya.
Melalui halalbihalal ini, Universitas Hasanuddin menegaskan bahwa kekuatan institusi tidak hanya terletak pada capaian akademik, tetapi juga pada kemampuan merawat kebersamaan.
Kehadiran para mantan rektor memperlihatkan bahwa estafet kepemimpinan di Unhas berjalan dalam semangat saling mendukung. Dari ruang silaturahmi itu, kampus ini meneguhkan fondasi moral untuk mengejar target strategis di tingkat nasional maupun global.
(Venny Septiani Semuel / Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
Rektor Unhas periode 2014-2022 Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu. (Unhas TV/Venny Septiani)








