Budaya
Mahasiswa

Hasanuddin Film Festival 2026 Tampilkan 30 Film Terpilih dari 317 Karya Nasional Sineas

FESTIVAL FILM - Pengunjung menyaksikan pemutaran film dalam Hasanuddin Film Festival 2026 di Aula Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, Sabtu (3/10/2026). Festival ini menayangkan 30 film terkurasi untuk mempertemukan sineas dan penonton secara langsung. (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Hasanuddin Film Festival atau HFF 2026 kembali digelar di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober 2026.

Festival yang berlangsung di Aula Prof A Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, itu menayangkan 30 film pendek hasil kurasi dari ratusan karya yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

Tahun ini panitia menerima 317 film pendek melalui tahap open submission yang berlangsung sekitar dua bulan. Angka itu melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang menerima sekitar 150 karya.

Dari ratusan film tersebut, tim kurator memilih 30 karya untuk masuk dalam official selection. Selain film-film pilihan itu, panitia menambahkan dua film dalam program special screening.

Ketua Panitia HFF 2026, Andi Nurul Aeni, mengatakan festival tahun ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang pemutaran karya.

Panitia membagi pemutaran ke dalam enam program yang berlangsung selama dua hari. Pengunjung juga dapat melihat pameran poster dari film-film yang ditampilkan.

“Pada main event tahun ini kami memiliki enam program pemutaran. Ada 30 film hasil kurasi yang masuk official selection dan dua film untuk special screening,” kata Nurul.

Setelah setiap program pemutaran, panitia membuka sesi tanya jawab antara penonton dan pembuat film. Forum tersebut memberi kesempatan kepada sineas untuk menjelaskan gagasan, proses kreatif, hingga perspektif yang melatarbelakangi karya mereka.

HFF 2026 mengangkat tema "Resonance”. Panitia memaknai tema itu sebagai sebuah nada yang tetap bergema meski ruang telah hening.

Film yang diputar diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi meninggalkan kesan serta memantik cara pandang baru bagi penonton.



FESTIVAL FILM - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, membuka kegiatan Hasanuddin Film Festival 2026 di Aula Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, Sabtu (3/10/2026). Festival ini menayangkan 30 film terkurasi untuk mempertemukan sineas dan penonton secara langsung. (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)


Festival ini bermula pada 2023 melalui kegiatan bertajuk Bioskop Kampus yang digagas Unit Kegiatan Mahasiswa Liga Film Mahasiswa Universitas Hasanuddin.

Sejak 2025, kegiatan tersebut berganti nama menjadi Hasanuddin Film Festival dan memperluas jangkauannya hingga tingkat nasional.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengapresiasi perkembangan festival tersebut. Menurut dia, peningkatan jumlah karya yang masuk menunjukkan HFF semakin mendapat tempat di kalangan sineas.

“Penyelenggaraan Hasanuddin Film Festival menunjukkan perkembangan yang semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi ruang positif bagi mahasiswa untuk berkarya sekaligus membangun jejaring dengan komunitas perfilman yang lebih luas,” ujar Ruslin.

Selain pemutaran dan diskusi, HFF 2026 menggelar kompetisi film pendek dalam kategori umum dan pelajar.

Empat penghargaan disiapkan, yakni Fiksi Terbaik, Fiksi Pelajar Terbaik, Dokumenter Terbaik, dan Sutradara Terbaik. Pemenang dijadwalkan diumumkan pada acara penganugerahan, Minggu (4/10/2026).

Melalui festival ini, Liga Film Mahasiswa Unhas berupaya mempertemukan sineas, mahasiswa, dan penonton dalam satu ruang apresiasi.

Panitia berharap HFF berkembang menjadi agenda yang tidak hanya menampilkan film, tetapi juga membuka diskusi, memperluas jejaring, dan melahirkan kolaborasi baru di antara pembuat film.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)