GOWA, UNHAS.TV - Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah tamu di Lecture Theater 1 Gedung CSA Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Senin (18/5/2026).
Kuliah tamu bertema Peluang dan Tantangan Sumber Daya Manusia di Industri Perkapalan tersebut menghadirkan dua narasumber dari sektor pemerintah dan industri.
Mereka adalah Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Ir Samsuddin MT MMarE IPM serta Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya PT Biro Klasifikasi Indonesia Persero, R Agus Doddy Dwi Sagita.
Kegiatan ini juga diisi sambutan Kepala Departemen Teknik Perkapalan Unhas, Dr Ir A St Chaerunnisa ST MT atau yang diwakili Sekretaris Departemen Dr Eng Andi Ardianti ST MT dan Dekan Fakultas Teknik Unhas Prof Dr Eng Ir Muhammad Isran Ramli ST MT IPM AER.
Sedangkan Ketua IKA Teknik Unhas Ir Muhammad Sapri Andi Pamulu MEng PhD diwakili Ketua Harian IKA Teknik Unhas Ir Anwar Mattawape ST MBA.
Acara dipandu Husmirah Husain ST MHum sebagai master of ceremony dan tampil Ketua IKA Perkapalan Unhas, Dr Ir Muhammad Azhar Shauqy ST MT bertindak sebagai moderator.
Kegiatan ini memberi gambaran kepada mahasiswa tentang kondisi mutakhir industri maritim nasional. Pembahasan berfokus pada kebutuhan tenaga kerja, tantangan kompetensi, serta peluang karier lulusan Teknik Perkapalan di sektor pemerintah maupun industri.

KULIAH UMUM - Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah tamu di Lecture Theater 1 Gedung CSA Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Senin (18/5/2026). (Unhas TV/Venny Septiani)
Dalam pemaparannya, Samsuddin mengatakan industri perkapalan Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang lebih banyak dan lebih siap. Menurut dia, kebutuhan tersebut tumbuh seiring meningkatnya pembangunan kapal di Indonesia.
Samsuddin menyebut salah satu persoalan utama yang dihadapi Direktorat Perkapalan dan Kepelautan adalah keterbatasan tenaga ahli ukur atau marine inspector.
Jumlah marine inspector yang tersedia saat ini sekitar 1.500 orang. Namun angka itu belum sebanding dengan beban kerja dan kebutuhan pengukuran kapal yang terus meningkat.
“Tantangan di Direktorat kami adalah masih kurangnya tenaga-tenaga ahli ukur, marine inspector. Jumlahnya memang sudah ribuan, sekitar 1.500, tapi jumlah pembangunan kapal juga semakin meningkat,” kata Samsuddin dalam kuliah tamu tersebut.
Menurut Samsuddin, kondisi itu menciptakan kesenjangan antara kebutuhan layanan teknis di bidang perkapalan dan ketersediaan tenaga ahli.
Kesenjangan tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Ir Samsuddin MT MMarE IPM. (Unhas TV/Venny Septiani)
Ia mengatakan lulusan Teknik Perkapalan memiliki peluang besar untuk masuk ke sektor pemerintahan. Kementerian Perhubungan, kata dia, masih membutuhkan banyak tenaga dengan latar belakang keilmuan perkapalan.
Namun jumlah alumni Universitas Hasanuddin yang bekerja di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan masih terbatas.
“Kami berharap teman-teman, adik-adik kita yang alumni lulusan dari Teknik Perkapalan bisa tertarik masuk ke pemerintahan, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, karena besarnya peluang SDM yang kami butuhkan,” ujar Samsuddin.
Aktifkan Kembangkan Diri
Sementara itu, R. Agus Doddy Dwi Sagita mengatakan industri maritim Indonesia memiliki peluang yang cukup besar.
Potensi itu terlihat dari kebutuhan kapal baru dan kapal pendukung yang terus meningkat. Menurut dia, peningkatan tersebut menuntut ketersediaan surveyor, engineer, dan tenaga teknis lain yang kompeten.
Doddy mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memasok talenta terbaik untuk industri maritim. Ia menilai kebutuhan industri belum dapat dipenuhi sepenuhnya oleh sumber daya manusia yang tersedia saat ini.
“Peluang di industri maritim ini cukup besar. Tapi SDM yang kita miliki masih belum bisa memenuhi kebutuhan industri,” kata Doddy.

Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya PT Biro Klasifikasi Indonesia - Persero, R Agus Doddy Dwi Sagita. (Unhas TV/Venny Septiani)
Menurut Doddy, keterlibatan lulusan perguruan tinggi perlu dipercepat agar kebutuhan tenaga profesional tidak diisi tenaga dari luar. Ia juga mendorong mahasiswa aktif mengembangkan diri melalui diskusi, pertukaran pengetahuan, serta interaksi langsung dengan industri.
Doddy mengatakan keberadaan perwakilan industri maritim di Makassar dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring profesional sejak di bangku kuliah.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa Teknik Perkapalan Unhas diharapkan memahami kebutuhan nyata dunia kerja maritim.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang penghubung antara kampus, pemerintah, dan industri dalam menyiapkan SDM perkapalan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu Dekan FT Unhas Prof Isran mengatakan, “Industri perkapalan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap membaca perubahan teknologi dan kebutuhan industri maritim nasional.”
“Melalui kuliah umum ini, kami ingin mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja agar mereka memahami peluang, tantangan, dan kompetensi yang harus disiapkan sejak di kampus,” pungkasnya.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
KULIAH UMUM - Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah tamu di Lecture Theater 1 Gedung CSA Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Senin (18/5/2026). (Unhas TV/Venny Septiani)








