Breaking News

Korban Ketiga Kecelakaan ATR 42-500 Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung

Tim SAR Gabungan menemukan korban ketiga di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1/2026). (basarnas)

PANGKEP, UNHAS.TV - Tim SAR gabungan kembali menemukan korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Korban ketiga ditemukan pada Rabu, 22 Januari 2026, sekitar pukul 12.30 Wita. Namun, korban yang ditemukan bukan dalam kondisi utuh, melainkan potongan tubuh.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Marsda TNI Mohammad Syafii mengatakan, temuan terbaru tersebut masih berupa bagian tubuh jenazah sehingga identitas dan jenis kelamin korban belum dapat dipastikan.

“Yang ditemukan adalah potongan tubuh jenazah. Karena tidak utuh, jenis kelamin korban belum bisa dipastikan,” kata Syafii saat memberikan keterangan pers di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Rabu (22/1/2026).

Penemuan potongan tubuh ini terjadi dalam lanjutan operasi pencarian yang difokuskan pada area bawah Gunung Bulusaraung.

Tim SAR menyisir tebing dan jurang di kawasan pegunungan tersebut dengan kedalaman mencapai sekitar 1.000 meter.

Medan yang terjal, vegetasi lebat, serta cuaca yang berubah cepat masih menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian dan evakuasi.

Menurut Syafii, proses evakuasi terhadap temuan korban dilakukan melalui jalur darat dengan membawa jenazah melewati Dusun Lampeso, Kabupaten Maros. Jalur ini sebelumnya juga digunakan dalam proses evakuasi korban dan puing pesawat.

Meski demikian, Basarnas tidak menutup kemungkinan kembali menggunakan jalur udara untuk mempercepat proses evakuasi jika kondisi memungkinkan. “Untuk efektivitas dan kecepatan, opsi evakuasi melalui udara tetap kami siapkan,” ujarnya.

Sebelum temuan korban ketiga ini, tim SAR gabungan telah menemukan dua jenazah korban kecelakaan. Korban pertama ditemukan pada Minggu, 18 Januari 2026, berjenis kelamin laki-laki.

Hingga kini, proses identifikasi korban pertama masih dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Sulawesi Selatan.

Sementara itu, korban kedua ditemukan sehari kemudian, Senin, 19 Januari 2026. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan telah teridentifikasi atas nama Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari yang bertugas dalam penerbangan naas tersebut.

Pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT diketahui bertolak dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, dengan membawa tiga penumpang dan tujuh orang kru.

Saat mendekati Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pesawat dilaporkan gagal mendarat dan akhirnya mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung pada Sabtu siang, 17 Januari 2026.

Hingga kini, operasi SAR masih terus dilanjutkan untuk mencari korban lain serta mengumpulkan bagian pesawat yang dapat membantu proses investigasi penyebab kecelakaan.

Tim SAR gabungan menyatakan akan terus memaksimalkan upaya pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan. (*)