.webp)
AIR BERSIH - BPBD Kota Makassar meningkatkan distribusi air bersih seiring bertambahnya wilayah dan jumlah masyarakat yang membutuhkan akses air bersih di Kota Makassar, Kamis (10/9/2026). (Dok BPBD Makassar)
Seiring meluasnya cakupan distribusi, volume air bersih yang disalurkan juga terus bertambah.
Hingga saat ini, sebanyak 2.026.900 liter air bersih telah didistribusikan melalui 473 rit atau perjalanan armada. Volume tersebut setara dengan lebih dari 2.000 meter kubik air.
Besarnya volume distribusi menggambarkan skala operasi yang harus dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung.
Dengan 25 kendaraan operasional yang dikerahkan, BPBD bersama unsur terkait terus mengatur distribusi berdasarkan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.
Perluasan distribusi air bersih juga meningkatkan jumlah masyarakat yang mendapatkan cakupan penanganan.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 20.409 KK atau 70.684 jiwa kini masuk dalam cakupan penanganan kekeringan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan asesmen awal yang mencatat 13.929 KK atau 47.252 jiwa terdampak.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa dampak kekeringan di Makassar terus berkembang dan membutuhkan respons yang menyesuaikan kondisi di lapangan.
Fadli menegaskan, BPBD akan terus melakukan evaluasi terhadap titik-titik distribusi serta menyesuaikan pengerahan armada berdasarkan perkembangan kebutuhan masyarakat.
“Krisis bisa bergerak. Karena itu respons juga tidak boleh statis. Data hari ini harus menjadi dasar untuk menentukan tindakan berikutnya,” katanya.
Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Penanganan kekeringan di Kota Makassar dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, perangkat wilayah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, relawan dan masyarakat turut mendukung proses distribusi air bersih di lapangan.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Fadli mengatakan, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah air yang telah disalurkan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara cepat.
“Target kita bukan sekadar berapa banyak liter air yang terdistribusi. Ukuran keberhasilannya adalah berapa banyak warga yang bisa kita bantu dan seberapa cepat kita hadir ketika mereka membutuhkan,” ujar Fadli.
Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD memastikan operasi distribusi air bersih akan terus berjalan selama penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan berlangsung.
Penambahan titik distribusi dan pengerahan armada akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dengan cakupan yang kini mencapai 246 titik distribusi, delapan kecamatan, 47 kelurahan, serta 70.684 jiwa terdampak, respons terhadap kekeringan di Makassar terus diperluas untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)








