YOGYAKARTA, UNHAS.TV – Kunjungan benchmarking tim Universitas Hasanuddin ke Gama Multi Group, holding company milik Universitas Gadjah Mada (UGM), tidak hanya menghasilkan pertukaran pengalaman mengenai tata kelola badan usaha perguruan tinggi.
Pertemuan yang berlangsung di University Club Hotel UGM, Rabu (3/6/2026), juga membuka peluang kerja sama konkret di bidang alat kesehatan dan sertifikasi kompetensi tata kelola perguruan tinggi.
Ketua Tim Penyusunan Blueprint PT Hadin Metavisi Akademika (Hadin), Dr. Eka Sastra, mengatakan bahwa salah satu hasil penting dari kunjungan tersebut adalah adanya kesamaan pandangan antara Universitas Hasanuddin dan Gama Multi Group mengenai pentingnya membangun kolaborasi bisnis antarkampus.
“Yang menarik dari pertemuan ini bukan hanya kami belajar tentang tata kelola holding company universitas, tetapi juga langsung muncul peluang kerja sama yang bisa ditindaklanjuti," kata Eka Sastra.
Dia menuturkan, "Ada beberapa bidang yang potensial untuk dikembangkan bersama, khususnya alat kesehatan dan sertifikasi kompetensi tata kelola maupun penjaminan mutu perguruan tinggi."
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian studi banding Universitas Hasanuddin dalam menyusun road map dan model bisnis Hadin sebagai holding company universitas. Tim Unhas diterima langsung oleh Direktur Utama Gama Multi Group, Ibnu Gunawan, bersama jajaran direksi sejumlah anak perusahaan di bawah naungan holding tersebut.
Selain Dr. Eka Sastra, rombongan Universitas Hasanuddin juga diikuti Ketua Komisi I Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin Prof. Nurhaedar Thalib, Dekan Fakultas Teknik Prof. Irsan Ramli, Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual, serta sejumlah dosen dan pengelola bisnis universitas.
Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas berbagai aspek pengelolaan badan usaha perguruan tinggi, mulai dari tata kelola dan struktur organisasi holding company, strategi pengembangan bisnis dan investasi, pengelolaan anak perusahaan, sistem pengawasan keuangan, hingga pengembangan kemitraan dan peluang usaha baru.
Direktur Utama Gama Multi Group, Ibnu Gunawan, menegaskan bahwa benchmarking antarkampus seharusnya tidak berhenti pada pertukaran informasi dan studi tata kelola semata. Menurutnya, setiap pertemuan perlu menghasilkan peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua institusi.
“Kami berharap setiap kegiatan benchmarking dapat melahirkan kerja sama konkret. Bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga pada sektor bisnis seperti teknologi alat kesehatan, konsultansi, sertifikasi kompetensi, travel, hingga layanan food and catering,” ujarnya.
Ibnu menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika dunia usaha yang semakin kompetitif. “Keberhasilan saat ini tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang mampu membangun sinergi dan bekerja sama secara efektif dengan berbagai pihak,” katanya.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari PT Swayasa Prakarsa, salah satu perusahaan di bawah Gama Multi Group, yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa, Dr. Bondan Ardiningtyas.
Dalam sesi tersebut dibahas berbagai peluang hilirisasi inovasi kampus, pengembangan produk berbasis riset, serta model komersialisasi hasil penelitian perguruan tinggi.
Menurut Eka Sastra, peluang kerja sama di bidang alat kesehatan dinilai sangat relevan dengan kekuatan Universitas Hasanuddin yang memiliki berbagai pusat riset dan inovasi kesehatan.
Sementara kerja sama sertifikasi kompetensi tata kelola dan penjaminan mutu perguruan tinggi dapat mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi.
“Bagi kami, ini perkembangan yang sangat positif. Artinya, kunjungan benchmarking tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang bisnis dan kemitraan yang dapat memberikan nilai tambah bagi kedua universitas,” ujarnya.
Eka menambahkan bahwa penjajakan kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti dalam pembahasan yang lebih teknis pada tahap berikutnya.
Ia berharap hubungan antara Universitas Hasanuddin dan Gama Multi Group dapat berkembang dari sekadar pertukaran pengalaman menjadi kolaborasi nyata dalam pengembangan usaha dan hilirisasi inovasi perguruan tinggi.
“Kami ingin Hadin tumbuh bukan hanya dengan belajar dari kampus lain, tetapi juga dengan membangun jaringan kolaborasi yang kuat. Dari pertemuan ini kami melihat peluang yang sangat terbuka untuk kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.
Kunjungan ke UGM merupakan bagian dari rangkaian benchmarking Universitas Hasanuddin ke enam perguruan tinggi negeri berbadan hukum di Indonesia sebagai bahan penyusunan road map Hadin.
Hasil dari berbagai kunjungan tersebut akan menjadi dasar dalam membangun holding company yang diharapkan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi Universitas Hasanuddin di masa depan.
-300x170.webp)






