
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar A. Hendra Hakamuddin menjelaskan, fitur pariwisata Lontara+ dikembangkan sejalan dengan prioritas pembangunan kota pada sektor seni, budaya, dan pariwisata. (dok pemkot makassar)
Munafri berharap kehadiran fitur pariwisata ini dapat memudahkan masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah, dalam merencanakan aktivitas di Makassar.
Melalui satu aplikasi, pengguna dapat mengakses informasi destinasi, rute perjalanan, hingga rekomendasi kuliner.
“Bukan hanya untuk warga Makassar, tetapi juga untuk orang luar yang ingin datang ke Makassar. Mereka sudah bisa menentukan mau ke mana dan mau ngapain lewat aplikasi ini,” kata Munafri.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar Muhammad Roem menyebut Lontara+ lahir dari kebutuhan akan sistem layanan digital yang terintegrasi dan ramah pengguna.
Sebelumnya, layanan digital Pemkot Makassar tersebar di berbagai aplikasi terpisah, sehingga menyulitkan warga.
“Lontara+ dibangun sebagai solusi atas fragmentasi aplikasi layanan pemerintah. Masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi, cukup satu aplikasi untuk mengakses berbagai layanan Pemkot Makassar,” ujarnya.
Roem menambahkan, Diskominfo berperan sebagai orkestrator integrasi sistem, memastikan seluruh aplikasi perangkat daerah terhubung dalam satu ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.
“Visi kami menghadirkan layanan publik yang sederhana, cepat, dan responsif. Lontara+ menjadi fondasi transformasi digital Kota Makassar sekaligus sarana memperkuat kepercayaan publik melalui layanan yang transparan dan berbasis data,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar A. Hendra Hakamuddin menjelaskan, fitur pariwisata Lontara+ dikembangkan sejalan dengan prioritas pembangunan kota pada sektor seni, budaya, dan pariwisata.
Pada tahap awal atau minimum viable product (MVP), fitur ini mengusung konsep 4A kepariwisataan—attraction, accessibility, amenity, dan activity—serta dilengkapi sistem ticketing destinasi wisata yang transparan dan terstandarisasi.
Ke depan, layanan pariwisata Lontara+ akan dikembangkan dengan fitur gamification, bundling paket wisata, hingga experience packaging.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan dan memberi kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. (*)


 Makassar Andi Zulkifly-300x186.webp)
-300x169.webp)




