Pendidikan

Mahasiswa KKN Unhas Buat Alat Pembakar Sampah di Sidrap

KKN - Mahasiswa Unhas melaksanakan program kerja pembuatan alat pembakar yang bisa mengurangi jumlah asap hasil pembakaran.

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan program kerja unggulan berupa alat pembakar sampah minim polusi sebagai jalan keluar pengelolaan sampah masyarakat. 

Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi program di bawah Dosen Pembimbing KKN (DPK) Dr Nadhirah Nagu SE Ak MSi ini dilaksanakan di Kantor Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (27/1/2026).

Mahasiswa KKN-T Unhas memperkenalkan sekaligus mempraktikkan mengenai proses pembuatan, cara penggunaan alat, serta pentingnya pengelolaan sampah yang bijak dan ramah lingkungan.

Dionisiu, mahasiswa Teknik Industri Unhas, menjelaskan masalah utama di Desa Sereang adalah tidak tersedianya fasilitas pengangkutan sampah. "Kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga membuang sampah ke sungai atau membakar sampah secara terbuka di pekarangan rumah. Kebiasaan ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta polusi udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat," ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, mahasiswa KKN-T Unhas menghadirkan inovasi alat pembakar sampah yang dirancang untuk mengurangi asap dibandingkan metode pembakaran terbuka. 

Dionisius mengatakan, alat ini dapat menjadi solusi praktis yang mudah diterapkan oleh masyarakat desa. Menurutnya, alat tersebut dirancang berdasarkan prinsip segitiga api, yaitu panas, bahan bakar, dan oksigen.

"Alat ini dirancang berdasarkan prinsip segitiga api sehingga proses pembakaran menjadi lebih optimal. Dengan aliran udara yang terkontrol, asap yang dihasilkan lebih sedikit dan sampah dapat terbakar lebih sempurna hingga hanya menyisakan abu," ujar Dionisius.

Melalui program kerja ini, ia berharap masyarakat Desa Sereang memiliki solusi pengelolaan sampah yang lebih baik, serta mampu mengurangi pencemaran udara dan air di lingkungan sekitar secara berkelanjutan.(*)

Achmad Ghiffary M (UNHAS TV)