BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Perempuan dan Anak Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi pencegahan kekerasan berbasis gender di Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026).
Program kerja individu bertajuk “Penguatan Perlindungan Hukum terhadap Perempuan melalui Edukasi Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender” tersebut dijalankan oleh Kaylah Riandhini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan perempuan dan anak.
Kegiatan diikuti Camat Sinoa, Kepala Desa Bonto Maccini beserta perangkat desa, guru, murid SD Inpres Sinoa dan SD Inpres Parampangi, serta masyarakat setempat.
Materi disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bantaeng, Sitti Ramlah Sakka SPd SH MM.
.webp)
CEGAH KEKERASAN - Mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Perempuan dan Anak Unhas menggelar edukasi pencegahan kekerasan berbasis gender di Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026). (Dok KKN T Unhas)
Pembahasan meliputi bentuk kekerasan berbasis gender, dampaknya terhadap korban, upaya pencegahan, hak korban, serta mekanisme pelaporan dan pendampingan melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bantaeng.
Khusus bagi siswa sekolah dasar, materi disampaikan dengan pendekatan ramah anak melalui pengenalan bagian tubuh pribadi, sentuhan aman dan tidak aman, serta keberanian untuk menolak dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.
Melalui kegiatan tersebut, Kaylah berharap masyarakat lebih peka terhadap tindakan kekerasan, memahami akses layanan perlindungan, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)
CEGAH KEKERASAN - Mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Perempuan dan Anak Unhas menggelar edukasi pencegahan kekerasan berbasis gender di Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026). (Dok KKN T Unhas)








