
Musim panas 2007, United mendatangkan Nani, Anderson, dan Owen Hargreaves, tetapi juga memperoleh uang dari pemain yang tidak lagi masuk rencana Sir Alex Ferguson. (Screenshot The Sun)
Sepanjang sejarah penjualan United, hanya segelintir pemain yang dilepas dengan harga sedikitnya 25 juta pound sterling atau sekitar Rp605 miliar.
Mereka antara lain Scott McTominay, Rasmus Hojlund, Mason Greenwood, Daniel James, David Beckham, Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria, dan Romelu Lukaku.
United sempat menyebut penjualan Garnacho sebagai rekor transfer lulusan akademi. Namun jumlah pemain yang mampu dijual dengan nilai tinggi tetap kecil bila dibandingkan dengan besarnya belanja klub selama dua dekade terakhir.
Pola pembelian mahal, kontrak panjang, dan gaji tinggi membuat United kerap kehilangan posisi tawar ketika seorang pemain tak lagi dibutuhkan.
Situasinya berbeda pada 2007. United ketika itu menjual dari posisi kuat, bukan karena terdesak memangkas beban gaji.
Kieran Richardson dilepas ke Sunderland sekitar Rp133 miliar, Giuseppe Rossi ke Villarreal Rp162 miliar, Alan Smith ke Newcastle United Rp145 miliar, dan Gabriel Heinze ke Real Madrid Rp194 miliar.
Kini, Rashford menjadi contoh paling nyata dari persoalan tersebut. Penyerang berusia 28 tahun itu masih berada di United setelah rencana kepindahan permanen ke Barcelona kandas seusai masa peminjamannya.
Gajinya mencapai 325 ribu pound sterling atau sekitar Rp7,87 miliar per pekan. Angka itu membuat klub peminat kesulitan memenuhi tuntutan finansial transfer.
Aston Villa, yang pernah meminjam Rashford, justru memilih Garnacho untuk memperkuat sisi kiri serangan. Barcelona juga beralih kepada pemain yang lebih muda.
Rashford bahkan belum pernah memasuki gedung baru Carrington senilai 50 juta pound sterling atau sekitar Rp1,21 triliun yang dibuka kembali setahun lalu karena telah lama tersisih dari rencana tim utama.
Zirkzee menghadapi keadaan serupa. Penyerang yang didatangkan senilai 36,5 juta pound sterling atau sekitar Rp884 miliar itu tidak lagi menjadi pilihan utama, tetapi masih terikat kontrak. United belum menemukan pembeli yang bersedia menanggung biaya transfer dan beban gajinya.
Kegagalan menjual Rashford dan Zirkzee membuat United membayar mahal kebijakan transfer masa lalu. Tanpa pemasukan besar dari pemain keluar, klub harus berhati-hati berbelanja.
Ketika para rival memperkuat skuad, United justru sibuk mencari jalan mengurangi beban pemain yang tidak lagi dibutuhkan. (*)








