Kesehatan
News

Sering Memakai Sepatu Seharian, Ini Cara Menjaga Kulit Kaki Tetap Sehat

Saat kalian sering memakai sepatu seharian, membuat kulit kaki berpotensi rusak. Ada cara menjaga kulit kaki tetap sehat. (foto: chatgpt)

UNHAS.TV - Bagi banyak orang, sepatu bukan sekadar pelindung kaki, melainkan bagian tak terpisahkan dari aktivitas harian.

Pegawai kantoran, tenaga medis, mahasiswa, hingga pekerja lapangan bisa menghabiskan delapan hingga belasan jam sehari dengan kaki terbungkus rapat.

Namun di balik fungsi praktisnya, kebiasaan memakai sepatu seharian menyimpan risiko tersembunyi bagi kesehatan kulit kaki.

Lingkungan tertutup di dalam sepatu membuat kaki berada dalam kondisi lembap dan minim sirkulasi udara.

Keringat yang terperangkap dapat memicu iritasi, bau tidak sedap, hingga infeksi jamur dan bakteri. Masalah ini kerap dianggap sepele, padahal jika dibiarkan, dapat berkembang menjadi gangguan kulit yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Klinik dan Apotek Saoraja Medika, dr. Andi Nurhaerani Zainuddin, Sp.D.V.E, mengatakan bahwa perawatan kaki seharusnya menjadi bagian dari rutinitas kebersihan harian, terutama bagi mereka yang sering memakai sepatu dalam waktu lama.

“Langkah paling dasar dimulai dari diri kita sendiri, khususnya menjaga kesehatan kaki. Sebelum dan setelah menggunakan sepatu, pastikan kaki dalam kondisi bersih, kering, dan tidak lembap,” kata Andi Nurhaerani saat ditemui di Makassar, beberapa waktu lalu.


Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi di Klinik dan Apotek Saoraja Medika, dr Andi Nurhaerani Zainuddin SpDVE. 9dok unhas tv)


Menurut dia, keringat yang menempel di kaki merupakan media ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Karena itu, mencuci kaki setelah beraktivitas panjang menjadi kebiasaan yang penting.

“Setelah melepas sepatu, kaki sebaiknya dicuci bersih lalu dikeringkan dengan handuk. Ini untuk membersihkan keringat sekaligus mikroorganisme yang menempel,” ujarnya.

Selain kebersihan, memberi waktu bagi kaki untuk “bernapas” juga menjadi langkah pencegahan yang kerap diabaikan.

Melepas sepatu saat beristirahat atau setibanya di rumah membantu menurunkan kelembapan dan suhu kulit kaki. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi risiko infeksi kulit secara signifikan.

Pemilihan sepatu pun memegang peranan penting. Andi menyarankan masyarakat untuk menggunakan sepatu yang nyaman, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Sepatu yang terlalu tertutup rapat, terutama yang terbuat dari bahan sintetis atau plastik, cenderung menahan panas dan kelembapan.

“Kalau bisa, pilih sepatu yang tidak tertutup 100 persen dan memiliki rongga udara. Bahan sepatu sebaiknya lembut dan nyaman, hindari bahan sintetis plastik karena itu bisa memperparah kelembapan,” katanya.

Masalah kulit kaki sering kali ditandai dengan gejala awal seperti gatal, kemerahan, rasa perih, atau kulit mengelupas. Sayangnya, banyak orang memilih mengabaikannya atau hanya mengandalkan pengobatan mandiri. Padahal, penanganan sejak dini akan jauh lebih efektif.

Dokter Andi mengingatkan agar masyarakat tidak ragu memeriksakan diri ke tenaga medis jika keluhan tersebut muncul dan tidak kunjung membaik.

“Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebabnya bisa diketahui lebih awal dan pengobatan bisa disesuaikan,” ujarnya.

Kesadaran merawat kaki menjadi semakin relevan di tengah gaya hidup modern yang menuntut mobilitas tinggi. Kaki yang sehat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menunjang produktivitas.

Merawatnya tidak membutuhkan cara rumit—cukup dengan menjaga kebersihan, memilih sepatu yang tepat, dan peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)