Sport

Michael Carrick Menguat sebagai Caretaker United, Solskjaer Mulai Tersisih

Michael Carrick kandidat terkuat mengisi posisi caretaker Manchester United hingga akhir musim. (Foto The Sun/Reuters)

MANCHESTER, UNHAS.TV - Manchester United bergerak cepat mencari pelatih interim baru menyusul kekalahan menyakitkan dari Brighton di Piala FA.

Michael Carrick kini menguat sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Darren Fletcher, mengungguli Ole Gunnar Solskjaer yang sempat lebih dulu ramai diperbincangkan.

Sumber-sumber internal klub menyebut Carrick berada di posisi paling kuat setelah manajemen United berbicara langsung dengannya pekan lalu.

Mantan kapten klub itu dinilai memiliki momentum yang lebih solid dibanding Solskjaer, yang meski sempat menjadi favorit bandar taruhan, dukungannya di internal klub tak sepenuhnya bulat.

Carrick, 44 tahun, bukan sosok asing di Old Trafford. Ia pernah menjalani peran caretaker selama tiga laga pada November–Desember 2021, menggantikan Solskjaer yang dipecat.

Dalam periode singkat itu, Carrick membawa United menang atas Villarreal dan Arsenal, serta imbang di markas Chelsea. Setelah itu, ia mengakhiri kebersamaannya selama 15 setengah tahun dengan klub—sebagai pemain dan pelatih—untuk meniti karier manajerial sendiri.

Hampir tiga musim Carrick menangani Middlesbrough di Championship. Pengalaman tersebut dianggap memberi nilai tambah bagi United yang kini membutuhkan figur stabil, mengenal kultur klub, sekaligus cukup mandiri untuk mengambil keputusan cepat dalam situasi krisis.

Sebaliknya, Solskjaer disebut kehilangan momentum. Sejumlah figur di internal United dikabarkan kurang nyaman dengan hiruk-pikuk yang cepat menguat di sekitar mantan pelatih mereka itu.

Dalam empat tahun terakhir, Solskjaer hanya memiliki satu pekerjaan di dunia manajerial sebelum dipecat Besiktas pada Agustus 2025 lalu.

Solskjaer, 52 tahun, memang memiliki rekam jejak emosional dengan United. Ia pernah menukangi klub pada periode Desember 2018 hingga November 2021, awalnya juga sebagai caretaker.

United finis di peringkat ketiga dan kedua Liga Inggris di bawah asuhannya, meski pencapaian itu terjadi dalam atmosfer stadion yang steril akibat pandemi Covid-19.

Ia juga membawa United ke final Liga Europa 2021, meski perjalanan itu diawali dengan kegagalan lolos dari fase grup Liga Champions. Kekalahan adu penalti dari Villarreal di final Gdansk memastikan masa jabatan Solskjaer berakhir tanpa trofi.

Selama era Solskjaer, Carrick justru memegang peran penting di balik layar. Ia menangani pekerjaan kepelatihan harian bersama Kieran McKenna, yang kini sukses sebagai manajer Ipswich Town.

Ketika performa United merosot—lima kekalahan dari tujuh laga liga terakhir—Carrick dipercaya mengambil alih sementara sebelum klub beralih ke struktur kepelatihan baru.

Situasi genting United makin diperparah oleh hasil di Piala FA. Kekalahan 1-2 dari Brighton pada putaran ketiga menandai pertama kalinya United tersingkir di fase tersebut sejak 2014.

Lebih jauh, ini adalah kali paling awal mereka tersingkir dari seluruh kompetisi piala sejak 1982, sekaligus memastikan dua musim beruntun tanpa trofi.

United sempat memulai laga dengan cukup meyakinkan, namun lengah ketika Brajan Gruda mencetak gol pembuka pada menit ke-12.

Darren Fletcher kesulitan mengangkat respons tim sebelum Danny Welbeck—mantan pemain United—menggandakan keunggulan Brighton lewat penyelesaian klinis pada menit ke-64.

Harapan sempat muncul ketika Benjamin Sesko menyundul bola di tiang jauh pada menit-menit akhir.

Namun segalanya runtuh ketika debutan berusia 18 tahun, Shea Lacey, menerima kartu merah tak lama berselang. Kekalahan itu praktis mengakhiri masa Fletcher sebagai pelatih interim.

Fletcher dijadwalkan kembali ke pusat latihan Carrington pada Senin (12/1/2026) sore, namun mengaku belum menerima informasi apa pun terkait masa depannya.

“Saya akan tahu apa pun yang perlu saya tahu besok pagi. Saya tidak mendapat indikasi apa pun,” ujarnya Minggu (11/1/2026) malam.

Waktu menjadi musuh United. Mereka akan menjamu Manchester City dalam derby kedua musim ini pada Sabtu siang, yang hampir pasti menjadi laga pertama pelatih interim baru di pinggir lapangan.

Dalam kondisi tim yang goyah dan tekanan publik yang tinggi, pilihan United atas Carrick atau Solskjaer akan menjadi lebih dari sekadar keputusan sementara—ia bisa menentukan arah sisa musim yang sudah terlanjur rapuh. (*)