MAKASSAR, UNHAS.TV - Career Development Center Universitas Hasanuddin berkolaborasi dengan MR DIY Indonesia menggelar kegiatan *Campus Hiring & Career Talk* di Aula LPMPP, Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan alumni Unhas untuk memperoleh wawasan pengembangan karier sekaligus mengikuti proses rekrutmen langsung dari perusahaan ritel tersebut.
Kegiatan itu diikuti puluhan mahasiswa dan alumni Universitas Hasanuddin. Mereka mengikuti sesi berbagi pengetahuan mengenai dunia kerja, kepemimpinan adaptif, hingga peluang berkarier melalui program Management Trainee MR DIY Indonesia.
Dalam kegiatan bertajuk MR DIY Goes to Campus, perusahaan menghadirkan sesi career talk dengan tema Adaptive Leadership. Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, berpikir terbuka, dan memimpin dalam situasi kerja yang terus berubah.
Dunia kerja modern, terutama industri ritel, menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki daya lenting, komunikasi yang baik, serta kesiapan mengambil keputusan.
Human Resource Business Partner Manager MR DIY Indonesia, Anggara Yudistira Tobing, mengatakan kehadirannya di Unhas merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Kerja sama ini sekaligus menjadi strategi perusahaan untuk menjaring talenta muda yang siap berkembang di industri ritel nasional.
Menurut Anggara, MR DIY Indonesia saat ini berada dalam fase ekspansi bisnis yang cepat. Perusahaan menargetkan pembukaan ratusan toko baru dalam satu tahun. Karena itu, kebutuhan terhadap calon pemimpin muda menjadi semakin besar.
“MR DIY Indonesia merupakan perusahaan ritel yang sedang berkembang pesat. Kami punya target dalam satu tahun membuka 272 toko. Karena itu, kami membutuhkan banyak calon leader melalui program management trainee,” kata Anggara.
Ia berharap mahasiswa dan alumni Unhas dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai pintu masuk menuju dunia kerja profesional. Menurut dia, peserta tidak hanya diberi informasi tentang peluang kerja, tetapi juga diarahkan untuk memahami kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Anggara mengatakan, lulusan perguruan tinggi perlu membekali diri dengan kemampuan kepemimpinan sejak awal. Kepemimpinan adaptif, kata dia, menjadi salah satu modal penting bagi calon pekerja yang ingin masuk ke lingkungan kerja dinamis.
Dalam industri ritel, perubahan berlangsung cepat, mulai dari perilaku konsumen, pola distribusi, hingga strategi pelayanan.
“Materi yang kami bagikan adalah leadership, khususnya adaptive leadership. Ini menjadi modal penting bagi teman-teman yang nantinya akan melamar di kami. Mereka perlu memiliki soft skill dan persiapan untuk menjadi leader,” ujar Anggara.
Selain sesi career talk, MR DIY Indonesia juga membuka kesempatan rekrutmen melalui proses seleksi di lokasi kegiatan. Peserta yang berminat mengikuti program Management Trainee MR DIY STAR dapat langsung mengikuti tahapan awal, termasuk psikotes.
Anggara menjelaskan, proses psikotes ditargetkan selesai pada pekan yang sama. Setelah itu, peserta yang memenuhi kualifikasi akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan. Program *management trainee* tersebut direncanakan mulai berjalan pada Juli 2026.
“Untuk sesi management trainee kali ini, kurang lebih yang kami butuhkan sekitar 20 sampai 25 kandidat. Rencananya akan dijalankan pada bulan Juli,” kata Anggara.
Program Management Trainee MR DIY STAR ditujukan bagi lulusan sarjana dan fresh graduate dengan kualifikasi tertentu. Melalui program ini, peserta disiapkan untuk memahami operasional bisnis ritel, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, serta meniti karier hingga level manajerial.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari fungsi Career Development Center Unhas dalam mempertemukan mahasiswa dan alumni dengan dunia industri.
Melalui kerja sama dengan perusahaan, kampus berupaya membuka akses informasi karier, memperkuat kesiapan kerja lulusan, dan memperluas jejaring profesional.
Bagi mahasiswa dan alumni, kegiatan semacam ini memberi gambaran langsung mengenai kebutuhan industri. Mereka dapat memahami bahwa dunia kerja tidak hanya menuntut ijazah, tetapi juga kemampuan beradaptasi, komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, dan kepemimpinan.
Anggara menyebut kolaborasi dengan Unhas diharapkan berlanjut pada kegiatan lain. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan kandidat untuk kebutuhan perusahaan, tetapi juga menciptakan pekerja muda yang tangguh dan kompetitif.
“Harapannya, dengan hadirnya kami di Unhas, kita bisa berkolaborasi ke depan semakin baik dan menciptakan pekerja-pekerja yang handal, khususnya untuk MR DIY Indonesia,” ujarnya.
Melalui Campus Hiring & Career Talk ini, MR DIY Indonesia membuka ruang pertemuan antara kebutuhan industri dan kesiapan lulusan perguruan tinggi.
Di tengah kompetisi kerja yang semakin ketat, mahasiswa dan alumni Unhas mendapat kesempatan untuk mengenal dunia ritel, menguji kesiapan diri, dan memulai jalur karier profesional.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)
Human Resource Business Partner Manager MR DIY Indonesia, Anggara Yudistira Tobing. (Unhas TV/Zahra Tsabita Sucheng)



_1-300x172.webp)




