MAKASSAR, UNHAS.TV - Suasana pelataran GOR JK Arenatorium di Kampus Tamalanrea, Universitas Hasanuddin, Rabu (25/2/2026) sore, tak seperti biasanya.
Menjelang waktu berbuka puasa, derap langkah dan ayunan tangan para mahasiswa memecah lengang. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Tari Unhas menggelar latihan rutin dalam balutan suasana ngabuburit Ramadan.
Kegiatan yang biasanya berlangsung malam hari itu dimajukan pukul 15.30 hingga 18.00 Wita. Penyesuaian jadwal dilakukan agar anggota tetap produktif tanpa mengganggu ibadah puasa.
Sore itu, puluhan mahasiswa tampak berlatih dengan serius, membentuk pola lantai dan mematangkan teknik gerak.
Ketua Departemen Kaderisasi UKM Seni Tari Unhas, Muh. Alghiffari Arsyad, mengatakan perubahan jadwal merupakan keputusan bersama pengurus.
“Latihan rutin ini biasanya Selasa dan Rabu malam. Karena bulan Ramadan, kami ubah menjadi setengah empat sampai jam enam sore. Sekalian ngabuburit menunggu buka puasa,” ujarnya di sela latihan.
Peserta latihan didominasi mahasiswa angkatan 2024 dan 2025. Mereka merupakan anggota yang telah melewati proses dasar tari pakarena—tahap awal pembinaan sebelum masuk ke jenjang teknik lanjutan. Pada fase ini, fokus latihan diarahkan pada pematangan teknik sebagai syarat kelulusan.
Alghiffari menjelaskan, kelulusan bukan sekadar formalitas administratif. Penilaian dilakukan berdasarkan penguasaan teknik, kekompakan, serta kesiapan tampil di depan publik.
“Kalau teknik tariannya sudah bagus dan dinyatakan lulus, mereka sudah diperbolehkan mengikuti event-event luar,” katanya.
Target utama selama Ramadan, menurut dia, adalah meningkatkan jumlah anggota yang lulus uji teknik. Dengan begitu, UKM memiliki lebih banyak penari yang siap diterjunkan dalam berbagai ajang, baik di tingkat kampus maupun eksternal.
“Kami mengejar target kelulusan. Harapannya, semakin banyak yang lulus dan siap tampil,” ujar Alghiffari.
Latihan berlangsung intens. Beberapa pelatih terlihat memberi koreksi pada posisi tangan dan ketepatan langkah.
Sesekali, peserta mengulang rangkaian gerak untuk memastikan keseragaman tempo. Meski berpuasa, semangat latihan tak surut. Keringat tetap mengalir di bawah terik matahari sore.
Bagi anggota, Ramadan bukan alasan untuk menghentikan proses. Justru, momentum ini dimanfaatkan untuk menjaga konsistensi dan disiplin.
Selain meningkatkan kualitas teknik, latihan sore juga memperkuat kebersamaan antaranggota. Menjelang azan Magrib, mereka biasanya menutup sesi dengan doa bersama, lalu berbuka puasa secara sederhana di sekitar lokasi latihan.
Kegiatan rutin selama Ramadan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang UKM Seni Tari Unhas.
Organisasi tersebut berupaya menjaga regenerasi penari agar tetap siap menghadapi berbagai agenda pertunjukan dan perlombaan. Dengan jadwal yang disesuaikan, proses kaderisasi tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas latihan.
Di tengah suasana ngabuburit yang identik dengan kegiatan santai, pelataran GOR JK Arenatorium justru berubah menjadi ruang disiplin dan latihan serius.
Gerak tari yang teratur menjadi penanda bahwa Ramadan tak menghentikan langkah mereka. Sebaliknya, bulan suci ini dimaknai sebagai ruang untuk terus berproses dan memantapkan diri sebelum tampil di panggung yang lebih luas.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
Ketua Departemen Kaderisasi UKM Seni Tari Unhas, Muh Alghiffari Arsyad. (unhas tv/venny septiani)


-300x169.webp)





