Sport

Niat Pelatih Kanada Lakukan Protes ke Wasit, Justru Dihadang Pemain Sendiri

CEGAT PELATIH - Bek Timnas Kanada Moise Bombito berhasil mencegat manajernya Jesse Marsch dan mencegah terjadinya konfrontasi karena tak puas keputusan wasit yang tak memberi penalti. (Screenshot The Sun)

NEW JERSEY, UNHAS.TV - Pelatih Kanada, Jesse Marsch, harus ditahan oleh pemainnya sendiri setelah mencoba mendekati perangkat pertandingan untuk memprotes keputusan wasit.

Insiden itu terjadi menjelang jeda babak pertama laga Kanada melawan Afrika Selatan pada fase gugur pertama Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang melibatkan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 itu masih imbang tanpa gol ketika kontroversi muncul pada menit-menit akhir babak pertama.

Bek Kanada, Richie Laryea, terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan pemain belakang Afrika Selatan, Khuliso Mudau.

Dalam tayangan ulang, Laryea terlihat mendapat kontak cukup keras dari Mudau di dalam area penalti.

Namun, rekaman juga menunjukkan adanya sentuhan kecil Mudau terhadap bola sebelum kontak dengan pemain Kanada terjadi. Hal itu membuat VAR tidak merekomendasikan perubahan keputusan wasit di lapangan.

Laga sempat berlanjut beberapa menit sebelum wasit meniup peluit tanda babak pertama berakhir. Setelah itu, Marsch masuk ke lapangan dan terlihat berusaha mendekati ofisial pertandingan. Pelatih asal Amerika Serikat itu tampak marah atas keputusan yang tidak memberi penalti bagi Kanada.

Pemain Kanada, Moise Bombito, kemudian menghampiri Marsch dan berusaha menenangkannya. Bombito bahkan terlihat menghalangi langkah pelatihnya agar tidak berjalan lebih jauh ke arah perangkat pertandingan. Upaya itu membuat situasi tidak berkembang menjadi konfrontasi langsung.

Mantan penyerang Inggris, Dion Dublin, yang menjadi komentator BBC Radio, menilai Bombito mengambil langkah tepat.

Ia menyebut pemain Kanada itu berhasil menjaga pelatihnya agar tidak semakin jauh memprotes keputusan wasit. Dublin juga menilai wasit telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Namun, keputusan tersebut tetap memunculkan perdebatan. Pakar perwasitan Christina Unkel sempat menyatakan bahwa insiden itu layak ditinjau lebih jauh dan dapat dianggap sebagai pelanggaran.

Menurut dia, kontak di kotak penalti seperti itu berada dalam wilayah abu-abu dan bisa saja berujung penalti.

Meski demikian, Unkel kemudian menjelaskan alasan VAR tidak mengubah keputusan. Sentuhan kecil Mudau terhadap bola dianggap cukup untuk membuat keputusan wasit bukan kesalahan yang jelas dan nyata.

Dalam standar VAR, kondisi itu tidak cukup kuat untuk memanggil wasit meninjau layar di pinggir lapangan.

Perdebatan juga muncul di studio ITV. Bradley Wright-Phillips dan Karen Carney menilai insiden itu bukan penalti. Mereka menyoroti sentuhan Mudau pada bola dan keterlibatan Laryea dalam benturan kaki yang membuatnya jatuh.

Insiden tersebut menambah ketegangan dalam laga yang berjalan ketat. Kanada membutuhkan kemenangan untuk melangkah ke babak berikutnya, sementara Afrika Selatan berusaha menahan tekanan.

Bagi Marsch, keputusan wasit itu menjadi titik panas dalam pertandingan yang sejak awal berlangsung sulit bagi timnya. (*)