Mahasiswa

Olah Sekam Padi Jadi Briket Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Desa Ajubissue

BRIKET SEKAM. Nurwansy Batara, mahasiswi KKN Tematik Unhas membuat pelatihan pengolahan limbah sekam padi menjadi briket arang ramah lingkungan di Desa Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). (dok Nurwansy Batara)

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengolah limbah sekam padi menjadi briket arang ramah lingkungan di Desa Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Program ini dilaksanakan oleh Nurwansy Batara, peserta KKN Unhas Gelombang 115, sebagai upaya menghadirkan solusi energi alternatif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah sekam padi di wilayah pertanian Desa Ajubissue yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. 

Nurwansy mengatakan, sekam padi kerap ditumpuk di sekitar penggilingan atau dibakar secara terbuka, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan mengganggu kesehatan lingkungan.

"Melalui program KKN ini, kami memperkenalkan pengolahan sekam padi menjadi briket arang yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti kayu bakar untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil," jelasnya, Kamis (5/2/2026).

Proses pembuatan briket disampaikan dengan metode sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.

Tahapan pembuatan briket meliputi proses karbonisasi sekam padi menjadi arang, penghalusan, pencampuran dengan perekat alami seperti tepung tapioka, pencetakan, serta pengeringan hingga briket siap digunakan. 

"Seluruh proses disosialisasikan melalui pelatihan langsung yang melibatkan masyarakat secara aktif," ujar Nurwansy.

Masyarakat dari berbagai kalangan mengikuti pelatihan dan terlibat langsung dalam praktik pembuatan briket.

Diskusi dan sesi tanya jawab juga dilakukan, terutama terkait manfaat briket, teknik penyimpanan, cara penggunaan yang efisien, serta peluang pengembangan usaha berbasis limbah pertanian.

Selain berkontribusi dalam pengurangan limbah, briket arang dari sekam padi dinilai memiliki potensi ekonomi karena bahan bakunya mudah diperoleh dan biaya produksinya relatif rendah. 

"Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian energi masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan," harap mahasiswa Unhas tersebut.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)