
GAGAL MENANG - Manajer Arsenal Mikel Arteta tampak geregetan karena The Gunners gagal dulang 3 poin atas Wolves, Kamis (19/2/2026) dini hari. Arsenal hanya menang 2 kali dari 7 laga terakhir. (the sun)
Hasil ini membuat Arsenal hanya meraih dua kemenangan dalam tujuh laga terakhir Liga Primer. Dengan jadwal berat menanti—termasuk derbi London Utara melawan Tottenham Hotspur akhir pekan ini dan lawatan ke Etihad menghadapi Manchester City pada 18 April—tekanan terhadap Arteta kian besar.
Derbi melawan Spurs akan menjadi ujian mental. Apalagi Tottenham kini ditangani pelatih baru, Igor Tudor, yang dikenal piawai membakar motivasi pemainnya.
Jika Arsenal kembali terpeleset di laga itu, narasi “nyaris juara” untuk musim keempat beruntun akan semakin menguat.
Di atas kertas, Arsenal tak memiliki alasan untuk gagal mengamankan tiga poin melawan tim yang baru meraih kemenangan kedua musim ini.
Bahkan pada pertemuan sebelumnya di Desember, mereka hanya menang berkat dua gol bunuh diri Wolves.
Arteta sempat terlihat cemas ketika Saka terkapar setelah menerima tekel keras dari Bueno di babak pertama. Cedera pada pemain kunci bisa menjadi bencana tambahan bagi tim yang sudah kehilangan sejumlah gelandang kreatif.
Meski demikian, masalah Arsenal bukan semata taktik atau cedera. Di Stadion Molineux, mereka gagal menunjukkan naluri pembunuh.
Setelah gol Bueno, tak ada respons agresif untuk menjauhkan jarak. Mereka justru membiarkan Wolves menemukan ruang, terutama di menit-menit akhir.
Ketegangan bahkan sempat memuncak ketika Gabriel Jesus terlibat dorong-dorongan dengan Yerson Mosquera seusai peluit panjang. Frustrasi tampak jelas di wajah para pemain Arsenal.
Arteta kini dituntut menenangkan ruang ganti dan memulihkan fokus timnya. Secara matematis, peluang juara masih terbuka.
Namun, dalam perburuan gelar, momen seperti di Molineux bisa menjadi titik balik yang menentukan—entah sebagai peringatan yang menyadarkan, atau sebagai awal dari kegagalan yang akan lama dikenang.
Musim masih menyisakan waktu. Tetapi jika Arsenal kembali gagal mengunci laga melawan tim papan bawah, bukan tidak mungkin kenangan tentang malam dingin di Black Country akan menghantui perjalanan mereka hingga akhir musim. (*)








