Watch Unhas TV Live
Watch Unhas TV Live
News

Pemuda Konvoi di Jalan, Dosen Unhas: Dampak FOMO

Uswatun Hasanah03 Apr, 2024

MAKASSAR, UNHAS.TVSekelompok anak muda di Kota Makassar jadi viral di media sosial karena menyalakan kembang api dan konvoi demi konten media sosial. Masyarakat resah dengan tindakan mereka.

Kejadian itu mendapat tanggapan dari Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (Fisip) Universitas Hasanuddin (Unhas), Adnan Kasogi S.Sos., M.Si. Adnan menjelaskan, saat berada dalam kerumunan, individu cenderung mengalami kehilangan diri dan lebih mudah terpengaruh oleh norma-norma kelompok.

Pada ini, keinginan bersenang-senang dan mendapat pengakuan dari sesama kelompok dapat mengalahkan pertimbangan etis bahkan dapat membuat seseorang hilang kendali atas dirinya sendiri.

Adapun dampak dari apa yang dilakukan oleh pemuda-pemuda ini, dianggap sudah melanggar norma yang berlaku. Hal ini dikarenakan perilaku mereka sudah merugikan orang banyak, apalagi di jalan yang cukup masif.

“Dampak dari apa yang dilakukan tersebut saya rasa sudah melanggar norma, karena sudah merugikan orang banyak, apalagi di jalan raya yang cukup masif,” jelasnya kepada Unhas TV.

Adnan menyampaikan, hal ini terjadi karena faktor “Fear of Missing Out” atau Fomo yaitu istilah dari perasaan cemas seseorang yang takut akan tertinggal oleh sesuatu hal yang baru. Hal ini juga kerap dilakukan baik dengan terstruktur maupun spontanitas. Ketika kelompok terbentuk maka pasti anggota kelompok tersebut akan memiliki bentuk pemikiran yang sama atau serupa.

“Konsep teratas dari Maslow yaitu aktualisasi. Mereka mungkin ingin menunjukkan sesuatu, terstruktur maupun spontanitas,” ujarnya.

Mengantisipasi hal ini, Adnan menghimbau pemerintah terutama kepolisian untuk mengamankan kelompok-kelompok yang dianggap menganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas, serta pentingnya konten bermoralitas yang bersifat edukatif.

“Media sosial merupakan suatu muara dalam melakukan tindakan. Maka dari itu, penting untuk kita berpikir sebelum melakukan tindakan agar tidak merugikan orang lain,” katanya.

Andrea Ririn Karina/Taslia Ramadani