Nasional
Polhum

Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila, Meity Rahmatia; Pembinaan Pancasila Dimulai dari Keluarga

MAKASSAR, UNHAS.TV - Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera, Hj Meity Rahmatia SPd MM, kembali laksanakan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila bersama Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) di Makassar, Selasa (26/08/2025).

Acara yang kedua kalinya digelar di kota Makassar ini diikuti ratusan peserta dari tiga wilayah di Sulawesi Selatan, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar.

Seperti biasa, mereka hadir dengan antusias mengikuti acara. Terlebih kali ini, kegiatan dirangkaikan dengan lomba permainan tradisional dalam rangka perayaan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Antusiasme ini seperti diutarakan Chaerum (37), peserta dari Kabupaten Gowa. Ia mengaku sengaja datang lebih pagi di lokasi acara agar bisa mendaftar cepat.

Selain mengikuti materi tentang Pancasila, ia dengan sejumlah rekannya bersiap mengikuti lomba yang diselenggarakan langsung oleh Meity Center.

"Saya tentu bersemangat karena kali ini dirangkaikan dengan lomba berhadiah berupa permainan tradisional. Saya berharap kegiatan seperti ini sering-sering diadakan untuk meningkatkan silaturrahmi dengan Ibu Meity sebagai perwakilan masyarakat Sulsel di DPR RI," jelasnya.  

Dalam penguatan relawan gerakan kebajikan Pancasila ini,  Meity menjelaskan pentingnya pendidikan nilai-nilai Pancasila di dalam keluarga.

Menurutnya, era digital telah membawa perubahan besar di tengah-tengah masyarakat yang iantaranya, mengubah lanskap pergaulan sosial menjadi lebih luas. Utamanya lagi kalangan anak-anak muda.

"Anak-anak muda memiliki pergaulan sosial lebih luas. Mempertemukan mereka dengan individu-individu berlatar budaya dari banyak negara," ujarnya.

"Tugas kita mendidik anak dengan nilai-nilai Pancasila agar tetap memiliki dasar moral. Jangan dulu kita berpikir jauh-jauh, kita bereskan dulu keluarga kita. Mengapa? Karena keluarga adalah ruang pendidikan dini, tempat anak-anak kita mencerna dan meniru pertama kali," tambah Meity.

"Dalam konteks inilah nilai-nilai Pancasila bisa juga ditanamkan dengan mudah. Jangan tinggalkan nilai dasar ini. Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa.

"Didik anak-anak kita dengan pengetahuan agama. Jangan asik main gadget, lupa ingatkan anak laksanakan sholat," jelas perempuan yang kerap dijuluki Srikandi Sulsel itu. 

Selain anggota Komisi XIII DPR RI tersebut, turut berbicara Kepala Bidang Pengkajian BPIP, Prof Dr Muhammad Sabri. Ia memaparkan tentang substansi Pancasila sebagai dasar negara. Sabri didampingi dua pembicara lainnya, yaitu Dr Andi Luhur Prianto dan Dr Abdul Wahid. 

Luhur yang saat ini menjabat Dekan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Makassar, menjelaskan urgensi Pancasila di ruang publik.

Ia berpandangan, Pancasila sebagai ideologi negara selayaknya dibincangkan di ruang publik yang egaliter agar menjadi milik bersama.

"Pancasila sering diklaim jadi milik sekelompok orang saja. Dan digunakan untuk melakukan stereotipe pada yang lainnya. Kalau Pancasila ini dijadikan ideologi yang menyatukan maka memang harus dibawa ke ruang publik. Dijadikan milik oleh semua anak bangsa," terangnya.

Materi selanjutnya  kemudian dikuatkan oleh Abdul Wahid yang mengulas nilai-nilai Pancasila dalam permainan tradisional yang langsung dipraktikkan dalam lomba setelah sesi diskusi. (*)