MAKASSAR, UNHAS.TV - Jutaan penggemar sepakbola di India dan China menghadapi ketidakpastian tentang apakah mereka bisa menyaksikan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 di televisi mereka.
Ketidakpastian itu akibat belum ada stasiun televisi di negara masing-masing yang mencapai kesepakatan izin siar dengan FIFA selaku penyelenggara Piala Dunia 2026.
Biasanya kesepakatan mengenai hak siar sudah bisa diketahui berbulan-bulan sebelum pelaksanaan Piala Dunia, namun dengan waktu kurang dari tiga minggu, penonton bola di dua negara itu masih berharap kesepakatan akan segera terlihat.
Hingga berita ini dibuat, sudah 180 wilayah di dunia yang sudah menjalin kerja sama penyiaran dengan FIFA dan telah sepakat dengan biaya yang harus dibayar oleh mitra siar.
FIFA sebetulnya sudah menawarkan kerja sama dengan stasiun televisi China Central Television (CCTV) untuh hak siar Piala Dunia 2026 dengan nilai kontrak mencapai 300 juta Dollar AS.
Kantor berita Beijing Daily mengabarkan bahwa FIFA bahkan sudah menurunkan angka itu antara 120 juta hingga 150 juta Dollar AS, namun CCTV belum bisa menyetujui angka itu.
Salah satu faktor yang jadi pertimbangan di China yakni perbedaan waktu antara China dan kawasan Amerika Utara. Pertandingan di Kanada, Meksiko, atau di Amerika akan disaksikan pada dini hari dan akan mengganggu ritme hidup bangsa China. Sebelumnya, CCTV pernah menjalin kerja sama penyiaran dengan FIFA pada pelaksanaan Piala Dunia tahun 2018 dan 2022.(*)







-300x194.webp)
