JAYAPURA, UNHAS.TV - Ambisi Persipura Jayapura kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia harus kandas lagi. Tim Mutiara Hitam menelan kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga play-off promosi Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026).
Gol semata wayang kemenangan Adhyaksa dicetak oleh striker top skor Adilson Silva, mantan striker PSM Makassar, pada injury time babak pertama (menit 45+1). Meski tampil di hadapan ribuan suporter setia di Papua, Persipura gagal membongkar pertahanan solid tim tamu sepanjang pertandingan.
Laga Hidup-Mati yang Berujung Pahit
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah karena finis dengan poin lebih tinggi di klasemen grup, memasuki laga ini dengan status wajib menang. Sebelumnya, mereka gagal promosi otomatis setelah finis runner-up di grup Championship di belakang PSS Sleman.
Meski menguasai permainan dan mendapat dukungan penuh dari publik, lini depan Persipura kesulitan menembus pertahanan Adhyaksa. Adilson Silva, yang menjadi momok sepanjang musim dengan koleksi puluhan gol, berhasil memanfaatkan momen krusial di akhir babak pertama untuk membawa timnya unggul.
Di babak kedua, Persipura berusaha keras mengejar ketertinggalan. Namun, disiplin bertahan Adhyaksa dan ketajaman kiper mereka membuat gawang tamu tak kebobolan.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 0-1 bertahan. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Persipura yang pernah menjadi raksasa sepak bola Indonesia. Tim asuhan Rahmad Darmawan ini kembali gagal promosi setelah sebelumnya sempat terdegradasi dan berjuang di Liga 2.
Adhyaksa FC yang baru berusia sekitar 6 tahun merayakan keberhasilan promosi ke BRI Super League musim depan. Tim asal Banten ini tampil mengejutkan sepanjang Championship dan berhasil memanfaatkan momen krusial di Jayapura.
Suporter Persipura yang memadati Stadion Lukas Enembe sempat bergemuruh sepanjang laga, namun harus pulang dengan hati kecewa. Manajemen dan pemain Persipura diharapkan segera melakukan evaluasi mendalam untuk musim depan agar tidak kembali terpuruk di kasta kedua.(*)








