Breaking News
Sulsel

Pesawat Garuda Pecah Ban Saat Lepas Landas, 156 Penumpang Dievakuasi di Bandara Sultan Hasanuddin

PECAH BAN - Pesawat Garuda Indonesia GA604 menjalani proses penanganan setelah mendarat darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Kamis (3/9/2026). Petugas mengevakuasi 156 penumpang akibat insiden pecah ban roda utama. (Unhas TV/Wandi Nojeng)

MAROS, UNHAS.TV - Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA604 rute Jakarta–Makassar melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (3/9/2026).

Pesawat jenis Boeing 737-86N tersebut mengalami gangguan teknis berupa pecah ban pada salah satu roda utama saat proses keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Sebanyak 156 penumpang bersama seluruh awak pesawat berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah pesawat mendarat dengan aman di landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin. Pesawat GA604 melakukan pendaratan pada pukul 09.13 Wita.

Sebelum tiba di Makassar, pihak pengelola Bandara Sultan Hasanuddin telah menerima informasi mengenai gangguan teknis dari menara pengawas AirNav Indonesia. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menyiapkan prosedur tanggap darurat sesuai standar operasional.

Saat melakukan pendaratan di runway 03, pesawat mengalami kendala pada roda utama atau main wheel. Meski dalam kondisi gangguan teknis, pilot berhasil mengendalikan pesawat hingga berhenti dengan aman di area landasan.



PECAH BAN - Pelaksana Tugas General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, menjelaskan insiden pesawat Garuda GA604 yang mendarat darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Kamis (3/9/2026). (Unhas TV/Wandi Nojeng)


Petugas bandara yang telah bersiaga segera bergerak melakukan evakuasi penumpang. Empat unit bus dikerahkan menuju lokasi pesawat untuk memindahkan seluruh penumpang dan awak menuju terminal bandara.

Pelaksana Tugas General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah antisipasi setelah menerima laporan mengenai kondisi pesawat Garuda Indonesia tersebut.

“Kami menerima laporan bahwa ada kondisi teknis dari pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta ke Makassar, yaitu ada pecah ban main wheel nomor tiga saat pesawat melakukan take off dari Bandara Cengkareng,” ujar Lukman.

Menurut dia, pihak bandara kemudian mengaktifkan prosedur kesiapsiagaan darurat dengan menyiapkan personel serta kendaraan penyelamatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama proses pendaratan berlangsung.

“Kami melakukan langkah-langkah preventif sesuai SOP dan prosedur yang berlaku, termasuk menyiapkan emergency response, kesiapan petugas, kendaraan ARFF, serta dukungan unsur terkait seperti Lanud Sultan Hasanuddin dan Basarnas,” katanya.

Setelah pesawat berhasil mendarat, seluruh penumpang dinyatakan dalam kondisi aman. Pesawat kemudian dipindahkan dari landasan menuju terminal untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan teknis lebih lanjut.



PECAH BAN - Pesawat Garuda Indonesia GA604 menjalani proses penanganan setelah mendarat darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Kamis (3/9/2026). Petugas mengevakuasi 156 penumpang akibat insiden pecah ban roda utama. (Unhas TV/Wandi Nojeng)


Insiden tersebut sempat berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin. Penutupan sementara runway menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami penyesuaian jadwal serta pengalihan lokasi pendaratan.

“Dampaknya ada beberapa pesawat yang kami alihkan untuk proses landing di runway 13 dan 31,” ujar Lukman.

Setelah proses pemeriksaan dan memastikan kondisi landasan aman digunakan, runway Bandara Sultan Hasanuddin kembali dibuka pada pukul 10.30 Wita. Operasional penerbangan kemudian berangsur kembali normal.

Pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memastikan keselamatan penumpang, awak pesawat, serta keamanan operasional penerbangan menjadi prioritas utama dalam menangani insiden tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang mengalami cedera dalam kejadian ini.

(Wandi Nojeng / Unhas TV)