UNHAS.TV - Rambut basah dibiarkan tetap basah selepas kalian keramas, sering dianggap hal biasa. Banyak orang memilih membiarkannya begitu saja, bahkan langsung tidur dengan kondisi rambut yang masih lembap.
Praktis memang, tapi kebiasaan dari kenyataan itu ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tak boleh disepelekan.
“Biasanya kalau malam sudah capek, malas pakai hair dryer. Jadi langsung tidur saja walau rambut masih basah,” ujar Nur, mahasiswa semester tiga Universitas Hasanuddin.
Kebiasaan ini, menurut para ahli, justru dapat memicu masalah serius pada kulit kepala. Rambut yang masih basah akan membuat suhu kulit kepala menurun dari kondisi normal.
Padahal tubuh manusia dirancang untuk bekerja optimal pada suhu sekitar 35 hingga 36 derajat Celcius. Kondisi hipotermia lokal ini dapat mengganggu mekanisme homeostasis, yakni keseimbangan alami yang menjaga fungsi tubuh tetap stabil.
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), Prof. Dr. dr. Anis Irawan Anwar, Sp.D.V.E, Subsp. O.B.K, FINSDV, FAADV, menjelaskan pentingnya menjaga rambut tetap kering sebelum tidur.
“Ya dianjurkan agar supaya homeostasis di dalam tubuh tidak terganggu. Apabila setelah keramas itu langsung tidur, maka suhu kepala lebih dingin dari biasanya," ujarnya.
"Tubuh kita ini sudah dirancang dengan suhu optimal 35–36 derajat. Kalau lebih rendah atau lebih tinggi, akan bermasalah. Jadi sebaiknya rambut dikeringkan dulu,” tambah Prof Anis saat diwawancarai Unhas TV.
Jamur dan Ketombe Mengintai
Selain masalah suhu, kelembapan berlebih di kulit kepala menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan jamur dan mikroorganisme. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu timbulnya ketombe, kulit kepala berminyak, hingga kerontokan rambut.
Sejumlah penelitian dermatologi menunjukkan bahwa jamur Malassezia yang merupakan penyebab utama ketombe, lebih cepat berkembang pada kulit kepala lembap.
Hal ini menjelaskan mengapa orang yang sering tidur dengan rambut basah lebih rentan mengalami masalah ketombe yang sulit hilang.
Mengeringkan rambut tidak selalu harus dengan hair dryer panas. Panas berlebih justru bisa merusak lapisan minyak alami rambut, membuat batang rambut kering dan rapuh.
Cara paling aman adalah menggunakan handuk kering untuk menyerap kelembapan, kemudian membiarkan rambut kering alami atau memakai hair dryer dengan hembusan udara dingin atau sedang.
Selain itu, membiasakan menyisir rambut sebelum tidur juga dapat membantu sirkulasi udara di kulit kepala, sehingga proses pengeringan lebih cepat. Dengan begitu, kenyamanan tidur tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan rambut.
Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
Kebiasaan tidur dengan rambut basah memang terlihat sepele. Namun dalam jangka panjang, hal ini bisa menimbulkan masalah berlapis: mulai dari ketidaknyamanan tidur, risiko flu akibat suhu tubuh menurun, hingga masalah kulit kepala yang sulit diatasi.
Sejumlah ahli gaya hidup sehat juga menekankan pentingnya sleep hygiene—rutinitas yang mendukung tidur berkualitas.
Salah satu di antaranya adalah memastikan tubuh dalam kondisi bersih dan kering sebelum beristirahat. Rambut yang kering bukan hanya menjaga kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pola tidur sehat.
Tidur dengan rambut basah bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut kesehatan tubuh secara menyeluruh. Mengeringkan rambut sebelum tidur adalah langkah sederhana namun penting untuk mencegah berbagai gangguan kulit kepala.
Seperti pesan Prof. Anis Irawan, tubuh bekerja optimal pada suhu yang seimbang. Karena itu, menjaga rambut tetap kering adalah bagian kecil dari menjaga kesehatan tubuh secara utuh.
Tips Keramas di Waktu yang Tepat
Usahakan keramas pada sore atau pagi hari. Hindari keramas larut malam agar rambut punya waktu cukup untuk kering sebelum tidur.
Tips Gunakan Sampo Sesuai Jenis Rambut
Pilih sampo yang sesuai dengan kondisi kulit kepala—berminyak, kering, atau sensitif—untuk mencegah masalah rambut semakin parah.
Tips Kurangi Pemakaian Hair Dryer Panas
Jika terpaksa memakai hair dryer, gunakan suhu rendah hingga sedang. Kombinasikan dengan serum rambut agar kelembapan alami tetap terjaga.
Jangan Tidur dengan Rambut Basah atau Terikat
Rambut basah yang diikat dapat membuat akar rambut lebih lemah dan mudah patah. Biarkan rambut longgar setelah benar-benar kering.
Perhatikan Kebersihan Sarung Bantal
Sarung bantal yang lembap karena rambut basah bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. Pastikan mengganti sarung bantal secara rutin.
(Venny Septiani Semuel / Unhas.TV)