BARCELONA, UNHAS.TV — Barcelona membatalkan rencana penghormatan kepada delapan pemainnya yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.
Keputusan itu diambil setelah terjadi insiden penyitaan estelada, bendera yang menjadi simbol gerakan kemerdekaan Catalonia, dari seorang pendukung klub.
Penghormatan semula dijadwalkan sebelum pertandingan kandang pertama Barcelona musim ini melawan Athletic Bilbao di Stadion Camp Nou, Jumat (28/8/2026) dini hari. Barcelona memenangi pertandingan tersebut dengan skor 2-0.
Alih-alih seremoni untuk para pemain Spanyol, sebuah organisasi lokal menggelar aksi mendukung penggunaan estelada. Sekitar 10 ribu bendera kecil dibagikan kepada pendukung sebelum pertandingan. Sejumlah bendera berukuran besar dan spanduk juga terlihat di tribune.
Para pendukung mengangkat estelada ketika lagu kebesaran Barcelona berkumandang. Menurut laporan media setempat, beberapa ribu orang sebelumnya berbaris membawa simbol kemerdekaan Catalonia di sekitar Camp Nou.
Barcelona tidak terlibat langsung sebagai penyelenggara aksi tersebut. Namun Presiden Barcelona Joan Laporta menyebut kegiatan itu sebagai aksi damai yang mencerminkan hak masyarakat Catalonia atas kebebasan berekspresi.
Kontroversi bermula ketika polisi menyita estelada milik seorang pendukung Barcelona sebelum laga tandang melawan Elche pada akhir pekan lalu.
Pendukung muda itu kemudian berkonfrontasi dengan petugas. Polisi memukulnya menggunakan tongkat sebelum melakukan penahanan.
Barcelona menyayangkan penyitaan tersebut. Klub menyatakan estelada merupakan simbol yang diakui secara hukum dan penggunaannya termasuk bentuk kebebasan berekspresi yang sah.
“Pengibaran bendera itu tidak dengan sendirinya dapat dianggap sebagai hasutan kebencian atau kekerasan,” demikian pernyataan Barcelona.
Klub juga menilai prosedur penahanan terhadap pendukung tersebut tidak proporsional. Penggunaan kekuatan oleh polisi, menurut Barcelona, tidak memiliki pembenaran dan kesesuaian yang diperlukan.
Insiden itu dengan cepat meluas ke ranah politik. Sejumlah politikus setempat menyampaikan pandangan mengenai tindakan polisi serta hak pendukung menampilkan simbol politik Catalonia di pertandingan sepak bola.
Laporta mengatakan situasi tersebut membuat pertandingan melawan Athletic Bilbao bukan waktu yang tepat untuk menggelar penghormatan kepada para pemain tim nasional Spanyol. Ia menegaskan sepak bola semestinya menjadi sarana pemersatu, bukan memunculkan pertentangan.
Menurut Laporta, Federasi Sepak Bola Spanyol memahami keputusan Barcelona. Klub-klub Spanyol lainnya sebelumnya telah memberikan penghormatan kepada pemain mereka yang menjadi juara dunia. Seremoni itu melibatkan pemajangan trofi Piala Dunia dan kehadiran pelatih Spanyol Luis de la Fuente.
Barcelona memiliki delapan pemain dalam skuad juara dunia Spanyol, jumlah terbanyak dibandingkan klub lain di saat klub Real Madrid tidak ada perwakilan.
Mereka adalah Joan García, Eric García, Pedri, Pau Cubarsí, Gavi, Rodri, Dani Olmo, dan Lamine Yamal. Satu lagi Ferran Torres yang awal musim ini hijrah ke PSG.
Spanyol meraih trofi Piala Dunia keduanya pada bulan lalu. Namun, perayaan terhadap para pemain Barcelona tertunda ketika sengketa mengenai estelada mengemuka. Klub belum menjelaskan apakah seremoni penghormatan akan dijadwalkan kembali setelah situasi mereda. (*)
BENDERA ESTELADA - Fans mengibarkan bendera Esteleda saat pertandingan La Liga antara Barcelona dan Athletic Club. (Screenshot Al Jazeera)



-300x169.webp)



